Bupati Mandailing Natal, Kekalahan Jokowi Akibat Operasi Senyap

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution. Wikipedia

    Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution. Wikipedia

    TEMPO.CO, Medan - Pengunduran diri Bupati Mandaling Natal, Dahlan Hasan Nasution, yang dikabarkan karena kekalahan pasangan calon presiden-wakil presiden Joko Widodo alias Jokowi - Ma’ruf Amin di kawasan itu, masih menjadi perbincangan masyarakat. Disinyalir, kekalahan Jokowi akibat adanya gerakan pihak lawan dalam 10 hari menjelang pemungutan suara.

    Baca juga: Bupati Mandailing Natal Kirim Surat Mundur Diduga Terkait Pilpres

    Hal itu disampaikan Juru Bicara Tim Kampanye Daerah (TKD) Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan, kepada Tempo melalui sambungan telepon, Senin, 22 April 2019. Dia menyebutkan gerakan itu berupa penyebaran isu sistematis oleh tokoh-tokoh nasional dari kubu lawan dan adanya operasi senyap.

    Akibat gerakan itu, “Apa yang sudah dibangun berbulan-bulan melalui program, kegiatan dan pendekatan (oleh bupati), ternyata masih rapuh (dalam menahan isu) sehingga (perolehan suara) tidak bisa tercapai target awal,” ungkap Sutrisno.

    Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution diketahui menulis surat pengunduran diri dari jabatannya, yang disebabkan kekalahan Jokowi-Ma’ruf didaerahnya. Salinan surat pengunduran diri yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo itu beredar di grup-grup percakapan sejak Ahad, 21/04.

    Dari pantauan Tempo melalui laman resmi KPU hingga Senin, 22 April 2019 pukul 12.00, hasil hitung cepat KPU menunjukkan perolehan suara Jokowi-Ma'ruf di Mandailing Natal hanya 19,78 persen. Ini berbanding 80,22 persen dengan yang diarup Prabowo-Sandiaga Uno. Data yang telah masuk sebesar 12,74 persen atau 169 dari 1.326 TPS.

    Menurut Sutrisno, Bupati Dahlan menyebutkan isu yang menyerang Jokowi, antara lain, bahwa calon petahana itu tidak peduli pada turunnya harga komoditi karet. Untuk menepis itu, sebenarnya dia rtelah gencar menjelaskan berbagai program yang sudah dan akan dilaksanakan Jokowi jika terpilih kembali menjadi Presiden.

    Salah satu program itu adalah bahwa pemerintah akan membangun pabrik aspal karet di Mandaling Natal. Diharapkan pembangunan pabrik itu dapat mendekatkan industri kepada petani karet sehingga harga karet terkontrol.

    Isu lain adalah bahwa Jokowi didukung oleh partai-partai yang menyokong penista agama. Menurut Sutrisno, tokoh-tokoh politik pendukung Prabowo-Sandiaga yang berdomisili di Jakarta juga aktif mewacanakan kabar tersebut. “Itu efektif (menggerus suara)."

    Sutrisno juga menyebut ada operasi senyap dalam masa 10 hari terakhir menjelang pemungutan suara. Dia mengakui TKD gagal mengantisipasinya. TKD tidak menyangka wacana yang dihembuskan semakin kencang menjalang pemilihan. “Sehingga tidak ada langkah antisipastif yang dilakukan.”

    Atas kegagalan mendongkrak suara Jokowi-Ma’ruf itu, Sutrisno menganggap yang paling bertanggungjawab adalah TKD Provinsi dan Kabupeten. “Jadi kami menyampaikan kepada Pak Bupati, harusnya bukan beliau yang menanggung beban ini, tapi kami.”

    Kekalahan Jokowi dalam Pilpres 2019 di Mandailing Natal ini mengulang kekalahan pada Pilpres 2014 saat dia berpasangan dengan Jusuf Kalla. Saat itu dia kalah telak dan hanya meraup 23,87 persen suara. Sedangkan Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa mencaplok 76,13 persen suara.

     IIL ASKAR MONDZA (Medan)


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.