Pengamat: Pertemuan Jokowi - Prabowo Bisa Dinginkan Tensi Politik

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kegiatan capres Joko Widodo alias Jokowi dan Prabowo di masa tenang Pemilu. Instagram

    Kegiatan capres Joko Widodo alias Jokowi dan Prabowo di masa tenang Pemilu. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik, Karyono Wibowo menilai rencana pertemuan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi dengan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto perlu segera dilakukan untuk mendinginkan tensi politik paska pemilu 2019. “Saya sarankan untuk segera bertemu saja sambil menunggu hasil dari KPU,” ujar Karyono kepada Tempo, 22 April 2019.

    Menurut dia, pertemuan itu akan seperti oase di padang pasir. “Ibarat hujan di tengah kemarau panjang, gerimis, paling tidak bisa mendinginkan.”

    Baca: Moeldoko: Pertemuan Jokowi-Prabowo Menunggu ...

    Karyono berharap pada pertemuan kedua calon presiden menghimbau masyarkat agar tidak percaya hasil hitung cepat dan siapapun yang terpilih untuk bisa saling menghormati dan menerima keputusan dari KPU. Langkah ini dikatakan akan menjadi hal yang paling memungkinkan untuk meredam ketegangan yang terjadi saat ini. 

    Dia menilai klaim kemenangan secara terus menerus akan mengakibatkan kerusakan yang sangat besar di tengah masyarakat. Pertama, akan mengakibatkan konflik horizontal.

    Baca:Prabowo Jaya di Beberapa Wilayah, Ini Kunci Kemenangan Jokowi

    Hal serupa juga disampaikan oleh pengamat politik, Syamsuddin Haris yang mengatakan bahwa pertemuan Jokowi dengan Prabowo harus segera dilakukan karena merupakan sesuatu yang positif. “Pertemuan Jokowi - Prabowo tentu sangat positif dalam meredam ketegangan pascapemilu dan mendinginkan suhu politik,” ujar dia.

    Dalam pertemuan nanti para pengamat berharap kedua capres perlu membuat sebuah pernyataan yang isinya; pertama, kalah atau menang merupakan hal wajar dalam kompetisi demokrasi. Kedua, siapapun yang unggul dalam pemilu yang menang pada akhirnya bangsa Indonesia juga. Ketiga, kedua paslon perlu mengajak semua pihak bekerjasama pascapemilu untuk Indonesia yang lebih baik. Keempat, kedua paslon perlu sepakat bahwa akhir pemilu adalah otoritas KPU dan karena itu harus bersabar menunggu hasil hitung manual KPU. Kelima, pertemuan ini harus melibatkan calon presiden dan wakil presiden jadi bukan pertemuan empat mata tetapi delapan mata.

    MUH. HALWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.