Luhut yang Diutus Jokowi dan Kedekatannya dengan Prabowo

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyapa pendukungnya saat menghadiri acara Syukur Kemenangan Indonesia di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat, 19 April 2019. Lokasi digelarnya acara ini dipindah dari Lapangan Monas. ANTARA/Galih Pradipta

    Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyapa pendukungnya saat menghadiri acara Syukur Kemenangan Indonesia di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat, 19 April 2019. Lokasi digelarnya acara ini dipindah dari Lapangan Monas. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi mengatakan mengutus seseorang untuk menemui Prabowo Subianto, lawan politiknya di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Sempat menjadi mister, jawaban teka-teki siapa si utusan ini meluncur dari mulut Hashim Djojohadikusumo, Adik Prabowo.

    Baca: Hashim Sebut Jokowi Utus Luhut Panjaitan untuk Temui Prabowo

    Hashim mengatakan Prabowo akan bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Hashim mengatakan rencananya, pertemuan itu akan dilaksanakan Ahad, 21 April 2019 di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.

    Bukan tanpa alasan Jokowi mengutus Luhut. Meski memiliki pandangan politik yang berbeda, Luhut berkawan lama dengan Prabowo. Hal itu ia akui saat menghadiri acara deklarasi dukungan Alumni Theresia kepada Jokowi di Hotel Alila pada Februari lalu.

    Luhut mengatakan dirinya lebih mengenal Prabowo ketimbang Jokowi. "Dua-duanya pasangan (calon) ini saya kenal baik. Tapi saya jujur, lebih kenal sebelah sana (Prabowo) daripada Pak Jokowi," ujar Luhut.

    Luhut dan Prabowo sama-sama lulusan dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Luhut lulus pada 1971 dan bergabung dengan Kopassus pada 1971. Sedangkan Prabowo lulus tiga tahun kemudian atau 1974, lalu masuk Kopassus pada 1976.

    Baca juga: SBY Tarik Kadernya dari BPN Prabowo - Sandiaga untuk Konsolidasi

    Keduanya memulai karier di Korps Baret Merah alias Kopassus sebagai Komandan Peleton Para Komando. Saat itu Kopassus masih bernama Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha). Keduanya juga sama-sama pernah dikirim bertugas ke Timor-Timur.

    Tak hanya bertugas bareng di Timor-Timur, Luhut dan Prabowo pernah mengikuti pelatihan anti teror bersama pada Polisi Elit Jerman Barat, Grenzschutzgrupppe 9 (GSG-9) di Jerman pada 1981. Keduanya menjadi pendiri dan pemimpin Detasemen 81/Anti Teror. Luhut menjadi komandan dan Prabowo menjadi wakilnya.

    Kebersamaan mereka memimpin Detasemen 81/Anti Teror pernah disinggung Prabowo dalam debat calon presiden pada putaran pertama. "Jadi waktu saya masih muda, spesialisasinya adalah bidang antiteror. Saya bersama Pak Luhut Panjaitan membentuk pasukan antiteror pertama. Jadi saya mengerti dan paham," kata Prabowo.

    Simak juga: Kubu Jokowi: Prabowo - Sandiaga Mengaku Menang sebagai Manuver

    Selepas masa bakti keduanya di militer selesai, Luhut dan Prabowo sama-sama terjun ke dunia politik. Namun, keduanya memilih jalan berbeda untuk karir politiknya. Luhut bergabung dengan Golkar, sementara Prabowo yang awalnya juga berada di Golkar kemudian mendirikan Gerindra.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.