Jokowi Kirim Utusan Bertemu Prabowo, Ini Harapan TKN

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Dari kanan ke kiri) Sekjen Partai NasDem Johnny G. Plate, Sekjen Partai Golkar Lodewijk Friedrich Paulus, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekjen PPP Arsul Sani, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, dan Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, bertemu untuk membahas struktur tim kemenangan calon presiden Joko Widodo di Gedung Joang, Jakarta Pusat, Sabtu, 4 Agustus 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    (Dari kanan ke kiri) Sekjen Partai NasDem Johnny G. Plate, Sekjen Partai Golkar Lodewijk Friedrich Paulus, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekjen PPP Arsul Sani, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, dan Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, bertemu untuk membahas struktur tim kemenangan calon presiden Joko Widodo di Gedung Joang, Jakarta Pusat, Sabtu, 4 Agustus 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf, Johnny G. Plate mengatakan Joko Widodo atau Jokowi sengaja mengutus seseorang untuk menjembatani pertemuannya dengan capres 02 Prabowo Subianto, guna mencairkan suasana politik yang tengah memanas karena kedua kubu masih saling klaim kemenangan di pemilihan presiden 2019 ini.

    Baca: Jokowi dan Prabowo Saling Klaim Menang, Simak Perbedaannya

    Johnny berharap, dengan pertemuan kedua kandidat capres itu, Prabowo Subianto bisa legowo menerima kekalahannya berdasarkan hasil quick count. "Walaupun hasil quick count tidak legal formal, tapi itu dilakukan secara akademik dan biasa dilakukan dalam pemilu di seluruh dunia. Hasilnya selalu bedanya sedikit sekali (dengan rekapitulasi KPU)," ujar Johnny saat dihubungi Tempo pada Jumat, 19 April 2019.

    Menurut Johnny, masyarakat akan lebih mengapresiasi Prabowo jika melakukan hal demikian. "Pak Prabowo seharusnya menyatakan menerima hasil quick count bahwasanya beliau kalah, tapi sesuai UU kita tunggu hasil KPU. Pernyataan ini pasti membuat semua pihak lebih tenang, tapi kalau sampai melakukan manuver yang menabrak konstitusi itu yang tidak baik," ujar Johnny.

    Hal-hal seperti manuver yang menabrak konstitusi ini, kata dia, yang ingin dicegah Jokowi sebagai presiden. "Itu tujuan Pak Jokowi mengirim utusan," ujarnya.

    Baca: Jokowi Deklarasikan Kemenangan dengan Suara 54,5 Persen

    Johnny enggan membocorkan nama utusan Jokowi yang ditugaskan berkomunikasi dengan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Namun, Wakil Ketua TKN Johnny G. Plate memberi klu, utusan tersebut adalah orang yang dekat dengan Prabowo Subianto atau Sandiaga Uno.

    Sebelumnya, Jokowi mengatakan telah mengirim utusan untuk menemui Prabowo. Jokowi mengatakan ingin berkomunikasi dengan Ketua Umum Partai Gerindra itu.

    "Tadi siang saya sudah mengutus seseorang untuk bertemu dengan beliau," katanya di Resto Plataran, Menteng, Jakarta, Kamis, 18 April 2019.

    Jokowi menuturkan ia ingin bertemu Prabowo demi mendinginkan tensi di antara kedua pendukungnya pascapemilihan presiden 2019. "Sehingga rakyat melihat bahwa pemilu kemarin sudah selesai dengan lancar, aman, damai, dan tidak ada sesuatu apapun," ujarnya.

    Namun, sampai kemarin, Prabowo mengaku belum menerima kunjungan utusan Jokowi itu. "Belum, belum, belum," kata Prabowo singkat seusai deklarasi kemenangan di teras rumahnya, Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 18 April 2019.

    Baca: Prabowo Mengaku Belum Bertemu Utusan Jokowi

    Kendati begitu, Prabowo mengimbuhkan bahwa hubungannya dengan Jokowi akan tetap baik. "Belum ada. Tapi yang jelas hubungan saya baik dengan beliau dan semua ya, kita ingin baik," kata Prabowo.

    DEWI NURITA | BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.