Ma'ruf Amin Hanya Menang Tipis di TPS Rumahnya

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin bersama istrinya Wury Estu Handayani melakukan pencoblosan surat suara pemilu 2019 di TPS 051 Koja, Jakarta Utara, Rabu, 17 April 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin bersama istrinya Wury Estu Handayani melakukan pencoblosan surat suara pemilu 2019 di TPS 051 Koja, Jakarta Utara, Rabu, 17 April 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo - Ma'ruf Amin, unggul tipis di tempat pemungutan suara (TPS) 051, Koja, Jakarta Utara, pada pemilihan presiden 2019, Rabu, 17 April 2019. Di TPS ini Ma'ruf memberikan suaranya.

    Berita terkait: Ma'ruf Amin: Ini Coblosan Pemilu Paling Nikmat

    Dari data yang didapat Tempo, Jokowi - Ma'ruf mendapat 132 suara. Hanya unggul tiga suara dari paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, yang meraih 129 suara. Di TPS ini hanya ada 5 suara tak sah, dari total 266 pemilih yang menggunakan hak pilihnya.

    Ma'ruf tercatat berada di daftar pemilih tetap (DPT) di Koja. Lokasi TPS 051 berada persis di sebelah rumah Ma'ruf. Meski memiliki rumah di sana, saat ini Ma'ruf menetap di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat.

    Tadi pagi, ia berangkat ke TPS dari Menteng bersama istrinya, Wurry Estu Handayani. Kedatangan Ma'ruf disambut sejumlah warga. Usai mencoblos, ia sempat menyapa warga di sana.

    Melihat antusiasme itu, Ma'ruf menyatakan optimismenya bahwa ia bisa menang 90 persen di TPS itu. Ia mengaku lega setelah memberikan suaranya. "Waduh nikmat sekali ya, mencoblos di tempat sendiri, mendapat dukungan dari masyarakat semuanya menyambut gembira," kata Ma'ruf ditemui usai mencoblos.

    Dari hasil hitung cepat (quick count) saat ini, pasangan Jokowi-Ma'ruf masih unggul dari pasangan Prabowo-Sandi. Berdasar hitung cepat tiga lembaga survei, yakni Indikator Politik, Indo Barometer, dan Charta Politika, Jokowi - Ma'ruf unggul dengan presentase sekitar 52-54 persen persen.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.