Penentu Keunggulan Jokowi Menurut Moeldoko dan Yenny Wahid

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi dan Maruf Amin menyapa masyarakat Tangerang saat Karnaval Indonesia Satu di Banten, Ahad, 7 April 2019. Turut hadir dalam kampanye, ibu negara Iriana Joko Widodo dan istri Ma'ruf Amin, Wurry Estu Handayani, Kepala Staf Presiden Moeldoko dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Pasangan Capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi dan Maruf Amin menyapa masyarakat Tangerang saat Karnaval Indonesia Satu di Banten, Ahad, 7 April 2019. Turut hadir dalam kampanye, ibu negara Iriana Joko Widodo dan istri Ma'ruf Amin, Wurry Estu Handayani, Kepala Staf Presiden Moeldoko dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Harian Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko, mengungkapkan sejumlah faktor penentu keunggulan calon presiden inkumben, Joko Widodo atau Jokowi, dalam hitung cepat pilpres 2019. Salah satunya adalah karena kinerja Jokowi selama memimpin. "Jokowi kan memang kerja beneran, tingkat kepuasan kita itu tinggi, 67 persen," kata Moeldoko di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu, 17 April 2019.

    Baca juga: Quick Count Menang, Jokowi: Sabar, Tunggu Penghitungan Resmi KPU

    Meski masyarakat puas dengan kinerja, Moeldoko menyadari tingkat elektabilitas Jokowi saat ini belum sesuai harapan. Selama kampanye, kata Moeldoko, TKN bekerja keras dan mewaspadai agar elektabilitas Jokowi tidak turun.

    "Ada yang harus diperbaiki dan ini ke depan juga harus seperti itu. Karena tingkat kepuasan yang tidak seimbang dengan tingkat keterpilihan itu risikonya gejolak, itu walau tidak dalam konteks campaign, itu dalam konteks menjaga stabilitas," katanya.

    Selain kinerja, Moeldoko mengatakan sosok Jokowi dalam memimpin juga menjadi faktor penentu keunggulan. "Memilih pemimpin utuh, dilihat dari leadership, karakter, manajerial, output, semua akhirnya jadi figur," ujarnya.

    Adapun putri kedua Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid, menilai langkah Jokowi yang selalu mengusung optimisme kegembiraan, dan kampanye positif menjadi penentu keunggulan Jokowi. "Saya rasa mayoritas masyarakat Indonesia masih menginginkan suasana bangsa kita ke depan itu suasana yang ceria, cerah, yang aman, yang mengedepankan sifat yang positif," ujar Yenny.

    Pasangan Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin unggul sementara dari Prabowo - Sandiaga Uno berdasarkan hitung cepat Pemilihan Presiden yang dilakukan tiga lembaga survei. Lembaga-lembaga survei itu adalah Indikator, Indo Barometer, dan Charta Politika.

    Hasil penghitungan itu masih sementara karena jumlah data masuk ke tiga lembaga itu belum 100 persen.

    Baca juga: Pilpres 2019, Jokowi - Ma'ruf Menang Telak di TPS Sultan HB X

    Menurut hitung cepat Indikator, pada pukul 19.30, Jokowi - Ma’ruf mendapatkan 54,12 persen suara, sementara Prabowo - Sandiaga 45,88 persen suara. Persentase itu dihitung berdasarkan jumlah data yang masuk 88,04 persen.

    Hitung cepat Indo Barometer juga mencatat Jokowi - Maruf memperoleh 54,30 persen, sedangkan Prabowo - Sandiaga 45,70 persen. Sedangkan jumlah data masuk 91,17 persen.

    Akan halnya menurut Charta Politika, Jokowi - Ma'ruf unggul sementara dengan perolehan angka 54,41 persen suara. Pasangan nomor urut 02 mendapatkan 45,59 persen. Jumlah data masuk mencapai 93,75 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.