Ma'ruf Amin akan Memantau Hitung Cepat Pemilu dari Kediamannya

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kegiatan calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, pada masa tenang. Dok: Istimewa

    Kegiatan calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, pada masa tenang. Dok: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta-Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengatakan akan memantau hasil hitung cepat atau quick count dari kediamannya, Rumah Situbondo, Jakarta, Rabu, 17 April 2019. Namun Ma'ruf bakal lebih dulu mencoblos di TPS 051, Jalan Deli Lorong 27 RT 007/008, Koja, Jakarta Utara.

    "Setelah mencoblos di Koja, sekitar jam 12 siang, saya akan memantau quick count dari Rumah Situbondo ini," ujar Ma'ruf Amin di kediamannya, Jalan Situbondo Nomor 12, Jakarta, Selasa, 16 April 2019.

    Baca: Menjelang Pencoblosan, Ma'ruf Amin: Saya Tenang, Tidak Deg-degan

    Ma'ruf mengharapkan menjelang  malam sudah ada hasil quick count. Setelah itu, ujar Ma'ruf, direncanakan akan ada pertemuan dengan calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi.

    "Tapi belum jelas apakah bergabung dengan Pak Jokowi dimana, untuk melakukan evaluasi hasil quick count. Jika dinyatakan sebagai pemenang, apakah akan ada pernyataan atau bagaimana, itu masih belum (kondisional)," ujar Ma'ruf.

    Simak: Kampanye Ma'ruf Amin Diisi dengan Peluncuran Buku

    Adapun Jokowi mengatakan akan melakukan pemungutan suara di daerah Jakarta Pusat, tak jauh dari Istana Kepresidenan. "Di Jakarta, di Gambir," kata Jokowi di Kompleks Gelora Bung Karno.

    Jokowi akan mencoblos di TPS 008, Jalan Veteran Raya - LAN, Jakarta Pusat. Setelah mencoblos, Jokowi tidak akan memantau hitung cepat bersama tim kampanye nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.   "(Setelah) Nyoblos ya tidur saja. Capek, istirahat," katanya sembari tertawa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.