Kisah Kampanye Sandiaga Uno Dijadikan Sebuah Buku

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Sandiaga Uno saat menghadiri peluncuran buku 'Sandiaga Uno: dari Angka 0,03%' di Blok M Square, Jakarta Selatan, Selasa, 16 April 2019. TEMPO/Ryan Dwiky

    Calon wakil presiden Sandiaga Uno saat menghadiri peluncuran buku 'Sandiaga Uno: dari Angka 0,03%' di Blok M Square, Jakarta Selatan, Selasa, 16 April 2019. TEMPO/Ryan Dwiky

    TEMPO.CO, Jakarta-Kisah calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengunjungi 1.600 titik selama masa kampanye pemilu presiden 2019 dijadikan sebuah buku oleh Joko Kanigoro dan kawan-kawannya. Buku berjudul Sandiaga Uno Dari Angka 0,03%  ini diperkenalkan pada publik di Lantai Basement Blok M Square, Jakarta Selatan, Selasa, 16 April 2019 dan dihadiri langsung oleh Sandiaga.

    "Buku ini sumbernya bukan dari Pak Sandi sendiri agar bisa lebih objektif melihat seperti apa Pak Sandi sebenarnya. Beberapa sumber buku ini di antaranya adalah Mas Yuga dan Mas Yono," kata Joko Kanigoro menyinggung Yuga Sugama Aden dan Yono Cahyono, dua asisten pribadi Sandiaga.

    Baca: Jokowi Kritik Nama-nama Warga yang Dicatut Sandiaga

    Joko menuturkan ada tiga nilai tentang Sandiaga yang ia tuangkan dalam buku ini. Pertama, bagaimana perjalanan Sandiaga beberapa tahun lalu saat elektabilitasnya masih berkisar 0,03 persen hingga saat ini dianggap mampu mendampingi Prabowo Subianto di pemilu presiden 2019.

    Kedua, sisi-sisi humanisme Sandiaga yang selama ini jarang diketahui publik. Ketiga, bagaimana Sandiaga dapat merubah citra politikus yang selama ini banyak dianggap seram dan penuh tipu muslihat.

    "Kehadiran Bang Sandi dalam dunia politik cenderung lebih bersahabat, mengagungkan nilai-nilai etika, tidak ada permusuhan, tidak ada terror dan sebagainya. Semua ada di buku ini," ujar Joko.

    Sandiaga  berterimakasih pada Joko dan kawan-kawannya yang telah menuliskan kisahnya selama masa kampanye. Dalam perjalanan kampanyenya, kata Sandiaga, ia menyadari bahwa Indonesia merupakan bangsa yang kaya raya.

    Simak: Maju Pilpres 2019, Sandiaga Uno Jadi Calon Terkaya

    "Di 8 bulan terakhir ini, saya belajar tentang begitu kaya rayanya Indonesia. Banyak yang menyampaikan bahwa kaya rayanya itu adalah sumber daya alam, padahal yang tidak kalah kaya rayanya adalah sumber daya manusianya Indonesia," ujar Sandiaga.

    "Manusia Indonesia betul-betul saya sebut sebagai generasi POP. Yaitu, positif, optimis, dan produktif. Mereka optimis menatap masa depan dan produktif, mereka ingin menjadi bagian daripada pembangunan dan peningkatan kesejahteraan," ujar Sandiaga Uno.

    RYAN DWIKY ANGGRIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.