Tiga Program Baru yang Dijanjikan Jokowi - Ma'ruf

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu, 13 April 2019. ANTARA

    Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu, 13 April 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagai calon presiden inkumben, Joko Widodo atau Jokowi menjanjikan banyak program lanjutan dari yang sudah dikerjakan sebelumnya. Selain itu, Jokowi yang kini berpasangan dengan Ma'ruf Amin sebagai calon wakilnya, juga menawarkan program-program baru. Berikut ini beberapa program baru yang ditawarkan Jokowi - Ma'ruf:

    Baca: Tak Hanya Kartu Sembako dan KIP, Jokowi Janjikan Kartu Pra Kerja

    1. Tiga Kartu Sakti

    Tiga kartu sakti yakni: Kartu Indonesia Pintar (KPI) Kuliah, Kartu Pra Kerja dan Kartu Sembako Murah, menjadi program unggulan Jokowi dalam pemilihan presiden 2019 ini.

    "Keluarnya masih tahun depan, karena ini program capres, saat ini masih dianggarkan," kata Jokowi berkali-kali dari debat pertama hingga kelima dan dalam berbagai orasinya di setiap daerah saat berkampanye.

    Kartu pertama yang ditawarkan Jokowi kepada warga yakni KIP Kuliah untuk mendapatkan beasiswa perguruan tinggi. Setiap lulusan SMA dan SMK pemegang kartu berhak mendapat beasiswa baik di dalam negeri maupun luar negeri.

    Kemudian Kartu Pra Kerja untuk pelatihan lulusan perguruan yang berniat mendapatkan pekerjaan. Kartu tersebut akan menjamin fasilitas pelatihan oleh kementerian, balai latihan kerja, dan lembaga-lembaga swasta. Lewat kartu ini, akan ada insentif bagi pemegang kartu yang belum mendapatkan kerja, dengan tujuan memacu semangat untuk mendapat kerja.

    Terakhir adalah Kartu Sembako Murah, untuk ibu-ibu rumah tangga. Kartu tersebut digunakan untuk menjamin rakyat mendapatkan kebutuhan sembako murah seperti beras, gula, minyak dan telur untuk mencukupi kebutuhan gizi anak-anak.

    2. Program Pemerintahan Dilan

    Jokowi memperkenalkan program baru ini dalam debat keempat di Hotel Shangri-La, Jakarta pada Sabtu, 30 Maret 2019.

    Jokowi mengatakan, di bidang pemerintahan, dibutuhkan pemerintahan yang Dilan. Para penonton debat sempat terdiam saat Jokowi mengeluarkan istilah tersebut. Seperti diketahui, Dilan adalah salah satu tokoh dalam film remaja fenomena yang diangkat dari Novel Pidi Baiq.

    Sadar akan kebingungan penonton, Jokowi melanjutkan pernyataannya. "Dilan adalah digital melayani," ujar Jokowi.

    Baca juga: Menakar Elektabilitas Jokowi Setelah Konser Putih Bersatu

    Menurut Jokowi, pemerintahan yang seperti ini dibutuhkan untuk reformasi pelayanan publik lewat elektronik. Selanjutnya, Jokowi menjanjikan akan melanjutkan penyederhanaan administrasi kelembagaan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan melanjutkan reformasi tata kelola pemerintahan.

    3. Dewi-dewi dan Dedi-dedi

    Ma'ruf Amin memperkenalkan program baru "Dewi dan Dedi" dalam debat terakhir calon presiden dan wakil presiden terakhir yang digelar di Hotel Sultan Jakarta, Sabtu malam, 13 April 2019.

    Ma'ruf Amin, dalam debat kelima dan sekaligus yang terakhir, menyebut, “mengarusutamakan kesetaraan gender” menjadi salah satu visi misi utama jika kelak memenangkan pemilu.

    Menurut dia, kesetaraan gender tidak saja dapat diwujudkan di bidang pemerintahan, tetapi juga ekonomi dan politik. Oleh karena itu salah satu upaya yang akan dilakukan jika nantinya terpilih pada pemilihan presiden 2019 yaitu membuat program desa wisata dan desa digital.

    Baca juga: Ma'ruf Amin Tawarkan Program Baru Dewi-dewi dan Dedi-dedi

    "Di desa-desa, kami juga akan menciptakan namanya Dewi-dewi dan Dedi-dedi. Dewi itu namanya Desa Wisata dan Dedi itu desa digital," jelas Ma'ruf Amin saat debat pemilu di Jakarta, Sabtu, 13 Februari 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.