Survei SMRC: Elektabilitas Jokowi 56,8 Persen, Prabowo 37 Persen

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo alias Jokowi, hari ini, Kamis 11 April 2019, melakukan kampanye di Gedung Bazul Asyhab, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. TKN Jokowi

    Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo alias Jokowi, hari ini, Kamis 11 April 2019, melakukan kampanye di Gedung Bazul Asyhab, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. TKN Jokowi

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei teranyar Saiful Mujani Research Center (SMRC) yang dirilis pada Jumat, 12 April 2019, menunjukkan elektabilitas pasangan Joko Widodo atau Jokowi - Ma’ruf Amin masih unggul ketimbang lawannya, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Elektabilitas pasangan calon nomor urut 01 itu 56,8 persen dan pesaingnya 37 persen.

    Baca: SMRC: Elektabilitas Prabowo Naik, Tapi Jokowi Tetap Tinggi

    “Secara statistik selisih signifikan. Jokowi - Ma’ruf unggul atas Prabowo - Sandiaga,” papar Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, di kantornya, Jalan Cisadane, Jakarta.

    Angka tersebut didapatkan melalui metode yang lazim digunakan, yakni pengukuran langsung. Dalam metode ini, responden ditanya langsung, siapa yang akan dipilih di antara kedua kandidat, bila pemilu dilakukan saat itu.

    Pada surveinya kali ini SMRC juga menggunakan tiga metode lain. Meski diakui tidak seakurat metode langsung, namun metode itu tetap dilakukan sebagai pembanding metode langsung.

    Metode kedua yang dilakukan adalah elektabilitas dengan prediksi tanpa undecided. Metode ini mencoba memprediksi perolehan total elektabilitas tanpa ada undecided voters. Hasilnya Jokowi - Ma’ruf tetap unggul dengan 58,2 persen dan Prabowo - Sandiaga 41,8 persen.

    Metode selanjutnya yakni metode pengukuran tidak langsung dengan pengukuran bipolar. Skala bipolar ini merentang skala 0 sampai 10 yang dipadankan dengan dua kubu. Pada penelitian ini Jokowi - Ma’ruf digambarkan dengan angka 0 di sebelah kiri, dan Prabowo - Sandiaga dengan angka 10 di sebelah kanan.

    Artinya angka 5 adalah netral, angka-angka di bawahnya condong ke Jokowi, dan di atasnya condong ke Prabowo. “Dalam skala 0-10 rata-rata skor kemungkinan pilihan adalah 4.275 (kurang dari 5), yang berarti kemungkinan untuk memilih Prabowo - Sandiaga lebih rendah dibanding memilih Jokowi - Ma’ruf,” ucap Deni.

    Metode terakhir, yakni tidak langsung unipolar. Teknik ini hampir serupa dengan bipolar, bedanya di sini hanya ada satu kubu. Skala 0-10 tetap diberlakukan, tetapi mengukur keyakinan untuk memilih. Angka 0 untuk pasti tidak akan memilih, dan angka 10 untuk pasti akan memilih.

    Hasilnya masih sama, responden pemilih Jokowi - Ma’ruf mengaku lebih yakin mencoblos pilihannya ketimbang Prabowo - Sandiaga. Rata-rata skor kepastian untuk memilih Jokowi - Ma’ruf 6.305, lebih tinggi dibanding Jokowi - Sandiaga 4.867.

    “Total yang memberi skor 6-10 (akan memilih - pasti akan memilih) untuk Jokowi - Ma’ruf 59,7 persen, lebih banyak dibanding Prabowo - Sandiaga 41,8 persen,” tuturnya.

    Baca juga: 5 Faktor Jokowi Diprediksi Menang Telak Versi LSI Denny JA

    Survei ini dilakukan pada 5-8 April 2019 dengan 2.568 responden yang dipilih secara acak. Dengan margin of error 2,1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.