Kampanye Milenial, Sandiaga Sebut Sarengat Hingga Chairil Anwar

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Simpatisan pendukung capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo - Sandiaga Uno hadir dalam acara Jakarta Young Entrepreneur Summit (YES) 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu, 10 April 2019. ANTARA/Galih Pradipta

    Simpatisan pendukung capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo - Sandiaga Uno hadir dalam acara Jakarta Young Entrepreneur Summit (YES) 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu, 10 April 2019. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno berkampanye di acara Young Enterpreneur Summit yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada Rabu, 10 April 2019. Massa yang tampak sebagian besar terdiri dari anak muda pun memadati area Istora, baik di dalam maupun luar stadion.

    Baca juga: Ketua PPATK Jelaskan Isu Audit Dana Kampanye Asing Sandiaga

    Dalam kampanyenya, Sandiaga menyebut nama sejumlah tokoh muda masa lalu. Dia mengatakan bahwa para tokoh ini berprestasi di usia dua puluhan. Sandiaga memberi penekanan khusus saat mengucapkan angka dua--yang juga nomor urutnya dan Prabowo Subianto di pemilihan presiden 2019.

    "Dulu ketika kompleks olahraga yang megah ini selesai dibangun, seorang pemuda umurnya 22 tahun, dia katakan Gelora Bung Karno dibangun untuk saya. Namanya Mohammad Sarengat," kata Sandiaga di lokasi kampanye.

    Sandiaga bercerita, Sarengat membuktikan ucapannya saat Asian Games 1962 di Jakarta. Pelari kelahiran 1939 itu berhasil menyumbang dua emas untuk Indonesia.

    "Bagi Sarengat satu kata tidak cukup untuk memenuhi janjinya. Dua emas menuntaskan janjinya untuk bangsa," kata Sandiaga seraya memberi penekanan pada kata dua.

    Sandiaga menyatakan melihat para Sarengat muda hadir di kampanyenya. Dia pun meminta para anak muda tak menyia-nyiakan kesempatan. Politikus berusia 50 tahun ini juga berpesan agar anak muda tak percaya jika ada yang meminta mereka menunggu dan memberikan kesempatan kepada orang yang lebih tua terlebih dulu.

    Menurut Sandiaga, anak muda harus berkaca pada sejarah bangsa ini. Banyak tokoh, ucapnya, berkarya ketika usia mereka berada di angka 20-an tahun. Dia lantas mengutip sejumlah nama, yakni Sutan Sjahrir, Dewi Sartika, dan Chairil Anwar.

    "Betapa mulianya angka dua. Sutan Sjahrir yg dibuang ke Digul pada usia 25 tahun. Dewi Sartika mendirikan sekolah keutamaan istri di umur 20 tahun. Atau Chairil Anwar yang sajak-sajaknya mulai dipublikasikan ketika dia berusia 20 tahun," kata Sandiaga.

    Baca juga: PPATK Ungkap Modus Baru Politik Uang: Beri Asuransi dan E-Money

    Sandiaga pun mengaku beruntung dirinya dan Prabowo mendapatkan nomor urut 02 di pemilihan presiden 2019. Sembari membeberkan visi misinya dan Prabowo, Sandiaga berpesan agar para pendukungnya meyakini perubahan yang nyata. Sandiaga kemudian menyampaikan janjinya ihwal perbaikan ekonomi, penyediaan lapangan kerja, dan penegakan hukum di Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.