Amien Rais: Pemimpin Sejati Harus Bisa Marah

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional capres Prabowo Subianto, Amien Rais, saat menjadi saksi dalam sidang Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 4 April 2019 /TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ

    Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional capres Prabowo Subianto, Amien Rais, saat menjadi saksi dalam sidang Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 4 April 2019 /TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Solo - Politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengomentari gaya kampanye Prabowo yang memperlihatkan kemarahan hingga menggebrak podium. Menurutnya, seorang pemimpin memang harus bisa marah.

    Baca juga: Gebrak Podium Berkali-kali, Prabowo Ditenangkan Amien Rais

    "Pemimpin sejati harus bisa marah," kata Amien Rais dari atas panggung kampanye di Stadion Sriwedari Solo, Rabu 10 April 2019. Dia menyebut sikap Prabowo itu justru ditunjukkan secara terbuka tanpa perlu ditutup-tutupi.

    Amien menyebut sikap itu lebih baik daripada orang yang menutup-nutupi kemarahannya. "Selama 4,5 tahun diunek-unekne (dicaci) bilang sabar, tapi sekarang bilang akan melawan," katanya tanpa menyebut pihak yang dimaksud.

    Kemarahan Prabowo itu disebutnya lantaran berusaha melindungi bangsa dan negara dari kerusakan. "Jadi Pak Prabowo menggebrak (podium) karena cinta Indonesia," katanya.

    Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya dengan berapi-api saat menghadiri kampanye akbar di Stadion Kridosono Yogyakarta Senin, 8 April 2019. Prabowo juga berulang kali menggebrak mimbar tempatnya berpidato dengan keras.

    Baca juga: SBY Kritik Kampanye Akbar Prabowo, BPN: Bukan Politik Identitas

    Di sela kalimat Prabowo yang terputus di akhir itu, politikus senior Partai Amanat Nasional Amien Rais serta tokoh PPP Yogya Syukri Fadholi yang awalnya duduk di belakang Prabowo, sontak maju mendekati dan menenangkan pendiri Partai Gerindra itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.