Orasi Rizieq Shihab di Penutup Kampanye Prabowo Diatur Tim Acara

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berorasi dalam kampanye akbar di Stadion Utama GBK, Jakarta, Ahad, 7 April 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berorasi dalam kampanye akbar di Stadion Utama GBK, Jakarta, Ahad, 7 April 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Sekretariat Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Muhammad Taufik, menuturkan tak ada rencana khusus perihal penempatan live streaming orasi dari pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab sebagai penutup kampanye akbar pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 tersebut.

    Baca: Kata BPN Soal Viral Saf Salat Campur di Kampanye Akbar Prabowo

    "Engga ada apa-apa. Tim acara saja mengaturnya begitu," kata Taufik saat ditemui di kantor Sekretariat Nasional Prabowo - Sandiaga di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Ahad, 7 April 2019. Taufik merupakan salah satu anggota tim yang mengatur susunan acara kampanye akbar Prabowo - Sandi.

    Rizieq menyampaikan orasi politiknya melalui video telekonferensi yang ditayangkan di arena Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta yang menjadi arena kampanye. Dalam orasinya, Rizieq menyampaikan 10 alasan masyarakat mendukung Prabowo dan Sandiaga.

    Alasan pertama, menurut Rizieq, pasangan capres ini hasil Ijtima Ulama. Kedua, Prabowo-Sandi setia pada Pancasila dan UUD 1945 yang sejati, untuk membela agama dan bangsa dan negara.

    Baca juga: Kata Rizieq Shihab Soal Prabowo Tak Akan Lindungi PKI dan Liberal

    Ketiga, Prabowo - Sandi menandatangani pakta integritas di hadapan para habaib dan ulama yang menghadiri Ijtima Ulama. Keempat, Prabowo-Sandi cinta dan hormat kepada ulama dan menolak serta menentang kriminalisasi terhadap ulama.

    Kelima, Prabowo-Sandi tidak memusuhi agama Islam maupun agama yang lainnya. Keenam, karena Prabowo-Sandi berakal sehat sehingga tidak memaksa orang gila untuk memilih dan juga tidak pernah mengadu domba antar anak bangsa.

    Ketujuh, Prabowo-Sandi tidak pernah membohongi rakyat, apalagi menyakitinya. Kedelapan, Prabowo-Sandi tidak melindungi PKI dan liberal, tidak juga melindungi aliran sesat dan maksiat.

    Baca: Pidato Kampanye Akbar, Prabowo Sindir Kartu Sakti Jokowi

    Kesembilan, Prabowo-Sandi jujur, tidak curang di dalam pemilu dan tidak melakukan intimidasi terhadap siapa pun di dalam pemilihan, serta tidak melakukan black campaign terhadap lawan politik. Kesepuluh, Prabowo-Sandi membawa harapan Indonesia untuk ke arah baru yang lebih baik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.