Pidato Prabowo di Kampanye Akbar: Sindir Jokowi - Listrik Turun

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Stadiun Utama GBK yang dipadati massa pendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menjelang kampanye akbar di Jakarta, Ahad, 7 April 2019. ANTARA

    Suasana Stadiun Utama GBK yang dipadati massa pendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menjelang kampanye akbar di Jakarta, Ahad, 7 April 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggelar kampanye akbar di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan, pada Ahad, 7 April 2019. Sekitar pukul 08.30 WIB, Prabowo pun memulai pidatonya di hadapan massa pendukungnya.

    Prabowo memulai pidatonya dengan menyapa sejumlah petinggi pendukungnya seperti politikus PAN Amien Rais, Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al-Jufri, Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua Umum PAN sekaligus Ketua MPR Zulkifli Hasan, dan yang lainnya.

    Berikut isi pidato Prabowo:

    Saya sudah siapkan pidato yang tercatat tapi tampaknya saya lebih baik bicara tanpa catatan. Ini adalah rapat akbar politik terbesar dalam sejarah Indonesia. Saya tadi keliling dan di sana saya kira puluhan ribu atau ratusan ribu massa tidak masuk karena tempatnya terbatas.

    Luar biasa kehadiran kalian, saya kira saudara datang ke sini sejak tadi malam banyak yang ikut salat Subuh tadi saudara saya rasa kalian ke sini untuk menyatakan sikap saudara sekalian.

    Saya bersama saudara Sandiaga Uno sudah hampir delapan bulan keliling Indonesia. Kami melihat, kami merasakan, kami bisa menangkap getaran hati rakyat Indonesia.
    Rakyat Indonesia sekarang ingin perubahan. Rakyat Indonesia ingin perbaikan. Betul? Rakyat Indonesia sudah tidak mau dibohongi lagi. Rakyat Indonesia sudah muak dengan korupsi.

    Rakyat Indonesia sudah muak dengan ketidakadilan, rakyat Indonesia sudah tidak mau lagi haknya diinjak-injak. Betul? Saudara sekalian, rakyat Indonesia sudah mengerti, rakyat Indonesia tidak bodoh. Kalian datang dari tempat yang jauh ingin menyatakan bahwa saudara sudah cukup, tidak mau dibohongi lagi.

    Rakyat Indonesia sekarang menuntut pemerintah yg punya akal sehat, pemerintah yang bekerja untuk rakyat. Rakyat Indonesia yang saudara hari ini wakili, saya dan kami menganggap saudara adalah perwakilan dari rakyat Indonesia di tempat lain. Berapa yang hadir di sini? Satu juta? Satu juta lebih. Saudara dikasih uang enggak ke sini? Bagaimana satu juta orang mau dikasih uang? Bahkan tadi saya di mobil, saya yang dikasih uang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.