Berkampanye Terbuka, Jokowi Ingin Diajari Bahasa Cirebon

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyapa pendukung ketika kampanye terbuka saat turunnya hujan deras di Lapangan Dukuh salam, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis 4 April 2019. Dalam kampanye, Jokowi menyampaikan program Kartu Sembako, Kartu Prakerja dan Kartu KIP Kuliah serta memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin pada pilpres 17 April mendatang. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyapa pendukung ketika kampanye terbuka saat turunnya hujan deras di Lapangan Dukuh salam, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis 4 April 2019. Dalam kampanye, Jokowi menyampaikan program Kartu Sembako, Kartu Prakerja dan Kartu KIP Kuliah serta memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin pada pilpres 17 April mendatang. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Cirebon - Berkampanye di Desa Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon, Jumat, 5 April 2019, calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi, minta diajari berbahasa Cirebon. "Kepribon kabar? Baik? Saih? Kepribon kabar aih? Kepribon kabar banyu, gitu? Oh... Gimana, coba ajarin. Gimana?" Ia bertanya kepada pendukungnya.

    Dari barisan pendukung ada yang berteriak, “Kepriben, kabare? (bagaimana kabarnya).” Mendengar salah satu pendukung yang berada dekat panggung, Jokowi mengatakan," "Oh.. Jaluk banyu? Jaluk banyu… Saya pikir, ‘kepribon kabar banyu’. Nggeh.. nggeh... (Ya…ya…)"

    Baca: Kampanye di Cirebon, Pendukung Jokowi Penuhi Pantura Arah Jateng

    Jokowi mengaku senang bisa datang ke Kabupaten Cirebon, meski cuacanya panas menyengat. Ia pun berdialog dengan beberapa warga sambil memperkenalkan program tiga kartunya, yaitu Kartu Sembako Murah, Kartu Indonesia Pintar Kuliah, dan Kartu Prakerja.

    Seorang pemuda asal Cirebon, Dimas Maulana, yang berdialog dengan Jokowi mengaku ingin punya Kartu Prakerja. Dimas saat ini kelas 3 SMK dan baru akan lulus tahun ini. "Saya setuju dengan Kartu Prakerja, dan insya Allah saya dapat kerja lebih baik, lebih mudah," kata Dimas.

    Baca: Ma'ruf Amin Ditolak di Pamekasan, Begini Tanggapan Jokowi

    Jokowi menjelaskan bahwa kartu itu digunakan untuk mendapatkan pelatihan di kementerian, BUMN, dan swasta. Tujuan pelatihan itu adalah agar orangt-orang seperti Dimas memiliki peningkatan keterampilan supaya lebih mudah masuk dunia kerja. Selain untuk lulusan SMK, Kartu Prakerja juga diperuntukkan bagi orang yang dipecat dari pekerjaannya.

    Adapun Rohati, seorang ibu rumah tangga, ingin memiliki Kartu Sembako Murah. "Pengen banget biar bisa dapat sembako murah," kata Rohati. Jokowi menuturkan bahwa Rohati bisa membeli sembako, seperti beras, gula, dan minyak dengan harga diskon. Namun, ia mengingatkan bahwa program baru akan dinikmati masyarakat pada tahun depan karena merupakan program capres.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.