Hujan-hujanan Saat Berkampanye, Jokowi Tidak Takut Sakit

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, basah kuyup karena guyuran hujan saat berkampanye di Lapangan Dukuh Salam, Slawi, Kabupaten Tegal, 4 April 2019. Foto : Agus Suparto

    Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, basah kuyup karena guyuran hujan saat berkampanye di Lapangan Dukuh Salam, Slawi, Kabupaten Tegal, 4 April 2019. Foto : Agus Suparto

    TEMPO.CO, Brebes - Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi, mengaku tidak takut sakit ketika harus kehujanan saat berkampanye di Lapangan Bola Dukuh Salam, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Kamis sore, 4 April 2019.

    Baca: Jokowi Tetap Berkampanye di Tegal Meski Diguyur Hujan

    "Ndak, ndak, ndak, ndak. Sehat, sehat. Tapi kita ini kan memberi semangat. Masak rakyat hujan-hujanan, kita pakai payung. Ya enggak lah," kata Jokowi usai melaksanakan salat maghrib di Masjid Agung Brebes, Jawa Tengah, Kamis, 4 April 2019.

    Jokowi mengatakan kehujanan adalah hal yang biasa. Sebab, ia terbiasa sejak kecil selalu kehujanan. Namun, ia mengaku sudah lebih dari 35 tahun tidak merasakan kehujanan seperti saat berkampanye kali ini.

    Selain Jokowi, Iriana juga ikut basah kuyup karena kehujanan. Istrinya itu, kata Jokowi, juga tidak takut sakit karena sudah terbiasa. Jokowi saat itu hanya mengenakan topi untuk membantu menghalau air hujan. Tidak minta dipayungi oleh para tim kampanye yang ikut dalam rombongan.

    Baca: Maimun Zubair Hadiri Kampanye Jokowi di Brebes

    Hujan mulai mengguyur kawasan Tegal sejak dua jam sebelum Jokowi datang. Begitu derasnya hujan hingga membuat banjir setinggi mata kaki. Di lapangan sepak bola ini, para peserta kampanye harus merelakan sepatunya terendam lumpur. Namun massa tetap bertahan di lapangan untuk menyambut kedatangan mantan Wali Kota Solo itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.