Survei Indikator: Elektabilitas Jokowi Unggul, Tapi Belum Aman

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi (kiri) dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berjabat tangan seusai mengikuti debat capres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, 17 Februari 2019. Debat itu mengangkat tema energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur. ANTARA

    Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi (kiri) dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berjabat tangan seusai mengikuti debat capres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, 17 Februari 2019. Debat itu mengangkat tema energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyebutkan elektabilitas pasangan Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin masih sulit disusul oleh pasangan Prabowo - Sandiaga Uno. Meski begitu, posisi Jokowi dianggap masih belum aman.

    Baca: Berkampanye di Ngawi, Jokowi Kenalkan Tiga Kartu Sakti

    “Stabilitas dukungannya menunjukan bahwa situasi yang ada hingga saat ini masih memungkinkan terjadi perubahan besar,” ujar Burhanuddin. Menurut dia, potensi suara swing voters atau yang belum menentukan pilihan masih bisa mengubah situasi.

    Berdasarkan hasil survei Indikator yang dibuat pada akhir Maret 2019, pasangan Jokowi- Ma'ruf unggul dengan elektabilitas 55,4 persen; sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga memperoleh suara responden sebanyak 37,4 persen.

    Di sisi lain, swing voters dan pemilih yang belum menentukan pilihan diprediksi bakal menyumbang 12,8 persen suara bagi Prabowo-Sandiaga Uno. Sedangkan, pasangan Jokowi-Maaruf Amin diprediksi menarik suara 11,3  persen dari tipe pemilih tersebut.

    Sementara itu, wakil dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Hinca Panjaitan, menyebutkan apa yang dihasilkan dalam survei tersebut masih terbuka untuk berubah. Ia meyakini, masih ada kemungkinan-kemungkinan yang bisa membalik keadaan.

    Baca: Seruan People Power Amien Rais, PDI Perjuangan Anggap Tak Pantas

    “Variabel yang tadi disebutkan tadi itu bisa menjadi faktor yang bisa mengubah. Karena nanti minggu pertama April hingga coblosan akan mengubah angka-angka tadi,” kata Hinca.

    Survei Indikator dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan 1.220 responden. Pengambilan data survei dilakukan pada 22-29 Maret 2019. Margin of error dalam survei sebesar plus-minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.