Jika Prabowo Menang, Hashim akan Ciptakan Guru Besar Sastra Jawa

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adik Calon Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo menghadiri  pembukaan pameran seni rupa bertajuk Ekspresi Akal Sehat di Luxor Hall komplek Pyramid, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Selasa petang 2 April 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Adik Calon Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo menghadiri pembukaan pameran seni rupa bertajuk Ekspresi Akal Sehat di Luxor Hall komplek Pyramid, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Selasa petang 2 April 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo mengatakan jika pasangan capres-cawapres 02  berhasil terpilih dalam pemilu 2019, maka sektor kebudayaan di Indonesia akan jadi perhatian penuh.

    Hashim pun menjanjikan, di bawah kepemimpinan Prabowo, Indonesia juga tak akan kehabisan ahli ahli budaya yang akan menjadi motor pelestari kebudayaan Nusantara agar tak punah digerus waktu.

    "Saya sendiri bertekad, dengan pemerintahan baru nanti, juga akan ciptakan 1,2,3, guru besar Sastra Jawa di universitas seperti Universitas Gadjah Mada," ujar Hashim saat menghadiri pembukaan pameran seni rupa bertajuk Ekspresi Akal Sehat di Luxor Hall komplek Pyramid, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Selasa petang 2 April 2019.

    Hashim mengungkapkan tekadnya memperbanyak guru besar Sastra Jawa setelah mendapat kabar di kampus terkemuka itu kini tengah terancam tak memiliki guru besar Sastra Jawa.

    Dari kabar yang diperoleh Hashim, di Fakultas Ilmu Budaya UGM saat ini hanya tersisa satu guru besar Sastra Jawa yang akan memasuki pensiun per Juli 2019. Sampai saat ini tak ada guru besar pengganti.

    "Tidak boleh kampus terkemuka seperti UGM sampai tidak memiliki guru besar Sastra Jawa, itu adalah penghinaan pada budaya Jawa, penghinaan pada Suku Jawa dan itu tidak boleh kita tolerir," ujar dia.

    Hashim dalam kesempatan itu juga mengatakan perhatian pada budaya lokal sudah seharusnya dilakukan hingga budaya Indonesia tak tersinggir oleh budaya asing yang masuk. "Harus selalu ada yang mengisi kekosongan kekosongan (penjaga kebudayaan) itu," ujarnya.

    Pada acara yang dihadiri ratusan seninam lukis itu Hashim menyatakan prihatin karena saat ini kebudayaan di Indonesia kurang mendapat perhatian pemerintah Indonesia. Dia mencontohkan soal terancam tak adanya guru besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas UGM Yogyakarta.

    PRIBADI WICAKSONO (Yogyakarta)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?