Sosok Ridwan Kamil Tak Dianggap Momok Kubu Prabowo di Jawa Barat

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Sentul International Convention Center, Jakarta pada Ahad malam, 24 Februari 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Sentul International Convention Center, Jakarta pada Ahad malam, 24 Februari 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru kampanye nasional pasangan Capres-Cawapres Nomor urut 02, Ahmad Heryawan optimis Prabowo - Sandi bisa menang di Jawa Barat, meskipun di kubu pasangan 01 ada sosok Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. "Kita akan berusaha sekuat tenaga," ujar Aher di Bekasi, Selasa, 2 April 2019.

    Aher meyakini Prabowo-Sandi kembali menang di Jawa Barat sama seperti Pilpres 2014 silam, dimana saat itu Prabowo berpasangan dengan Hatta Rajasa. Karena itu, mantan Gubernur Jawa Barat dua periode ini meminta pendukungnya bekerja keras memenangkan Prabowo-Sandi.

    "Kemenangan di Jawa barat bisa jadi pemicu kemenangan di provinsi-provinsi lain," kata Aher.

    Selain Gubernur Jawa Barat yang masuk dalam tim kampanye daerah (TKP) pasangan nomor urut 01, sejumlah kepala daerah baik kota dan kabupaten di Jawa Barat didominasi dari partai pengusung Jokowi-Maruf. Tapi, Aher meyakini hal itu tak akan memberikan pengaruh kepada pemilih.

    "Masyarakat hari ini sudah sangat cerdas, punya pendapat sendiri, Insya Allah lebih condong ke 02," kata Aher.

    Tim pemenangan Prabowo-Sandi di Jawa Barat, Ahmad Syaikhu optimis perolehan suara jagoannya menang telak dibandingkan tahun 2014 lalu. Dimana lima tahun silam Prabowo memperoleh suara sampai 59,78, sedangkan Jokowi-JK meraih 40,22. "Melihat animonya sekarang, saya optimis bisa meraih 70 persen suara," kata Syaikhu.

    Ahmad Syaikhu menambahkan, jika Prabowo-Sandi memperoleh suara sampai dengan 70 persen di Jawa Barat, maka akan membantu perolehan suara didaerah-daerah lain. Sebab, kata dia, daftar pemilih di Jawa Barat mencapai 16 persen dari daftar pemilih nasional sebanyak 190 juta lebih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.