Perludem Minta Bawaslu Responsif Tanggapi Ucapan Sulman Aziz

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz, Peneliti LIPI Syamsudin Haris, dan Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini dalam diskusi Pilpres 2019 di kantor ICW, Jakarta Selatan, 6 Maret 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz, Peneliti LIPI Syamsudin Haris, dan Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini dalam diskusi Pilpres 2019 di kantor ICW, Jakarta Selatan, 6 Maret 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta- Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi ( Perludem), Titi Anggraini meminta Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) agar lebih responsif menyikapi  pernyataan mantan Kepala Kepolisian Sektor Pasirwangi, Kabupaten Garut, Ajun Komisaris Sulman Aziz. Perludem meminta Bawaslu jemput bola dan tidak hanya menunggu ada laporan masyarakat ihwal dugaan ketidaknetralan polisi di Kabupaten Garut. 

    "Apalagi mekanisme dari Bawaslu ada dua, yakni laporan dan temuan. Saya rasa seluruh tingkatan Bawaslu sudah mengetahui informasi ini," ujar Titi saat dihubungi, Senin, 1 April 2019.

    Baca: Mantan Kapolsek Sulman Aziz Cabut Pernyataan soal Alasan Mutasi.

    Menurut dia tindakan responsif Bawaslu bisa memberikan harapan bagi masyarakat untuk melihat penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil. Respon yang cepat bakal meningkatkan lagi kredibilitas dari penyelenggara pemilu. "Prinsipnya itu upaya penegakan aturan pemilu harus mengutamakan keterbukaan, transparansi serta akuntanbel. Jadi nanti apapun hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Bawaslu harus diumumkan ke publik," kata Titi.

    Pada Ahad, 30 Maret 2019, Sulman membuat pengakuan bahwa Kapolres Garut Ajun Komisaris Besar Budi Satria Wiguna telah memerintahkan 22 kapolsek di Garut untuk menggiring masyarakat agar memilih Jokowi di pilpres 2019. Perintah itu, kata dia, diiringi ancaman bahwa kapolsek akan dimutasi bila Jokowi kalah di wilayahnya.

    Simak: Polda Jabar Bantah Mutasi Sulman Aziz karena Masalah Pilpres

    Sulman menuturkan perintah untuk memenangkan Jokowi itu disampaikan Budi dalam forum yang dihelat di Polres Garut, pada Februari 2019.  Sulman saat ini telah dimutasi ke kesatuan lalu lintas Kepolisian Daerah Jawa Barat itu.

    Selain itu  Sulman Aziz menambahkan, Kapolres Garut juga memerintahkan pendataan terhadap masyarakat yang memilih Jokowi dan Prabowo. Ia menuturkan perintah kedua itu harus disampaikan melalui pesan WhatsApp.

    IRSYAN HASYIM | ROSSENO AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.