PDIP Minta Semua Kader Sosialisasikan Tiga Kartu Andalan Jokowi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Serba-serbi kampanye terbuka PDIP yang dipimpin Sekretaris Jenderal PDIP Hasto  Kristiyanto di alun-alun Kota Tangerang, Banten pada Ahad, 24 Maret 2019. Dewi Nurita/TEMPO

    Serba-serbi kampanye terbuka PDIP yang dipimpin Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di alun-alun Kota Tangerang, Banten pada Ahad, 24 Maret 2019. Dewi Nurita/TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto meminta kader-kader partainya mengkampanyekan tiga kartu besutan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi. “Sosialisasikan kartu sembako agar para ibu tidak galau,” ujar Hasto di acara kampanye terbuka PDIP, di Parkir Timur Senayan, Ahad, 31 Maret 2019.

    Hasto mengatakan pesanan itu langsung dari Jokowi. Jokowi menitipkan pesan, agar semua anggota simpatisan, kader partai, juga relawan untuk mensosialisasikan kartu sembako, kartu Indonesia pintar kuliah, dan kartu prakerja.

    Baca: Megawati Dorong Kader ke TPS saat Pencoblosan

    Kartu kuliah juga harus disosialisasikan. “Agar kita bisa mencetak berjuta-juta sarjana untuk Indonesia juara.” Meneladani Soekarno, kata Hasto, Jokowi pun mengeluarkan kartu prakerja.

    Hasto mengatakan Soekarno berprinsip jika berada di tampuk kepemimpinan berarti siap mengabdi kepada rakyat dan amanah rakyat. “Pak Jokowi juga mengeluarkan kartu prakerja karena kita tahu kerja, kerja, kerja itu kredo Pak Jokowi.”

    Baca: Tim Ma'ruf: Ulama yang Sebut Haram Pilih Jokowi, Munafik

    Kartu-kartu itu diperkenalkan dalam pidato kebangsaan Jokowi atau Konvensi Rakyat bertajuk "Optimis Indonesia Maju" di Sentul International Convention Center, Bogor, 24 Februari 2019.

    Pemerintahan Jokowi saat ini juga telah memiliki kartu serupa, yakni kartu Indonesia pintar (KIP), kartu Indonesia sehat (KIS), dan program keluarga harapan (PKH).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?