Tanggapi Jokowi, Kubu Prabowo: Yang Identik dengan Putih, Ya PKS

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Prabowo Subianto menghadiri Kampanye akbar pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diselenggarakan oleh Keluarga Besar PKS DKI Jakarta, di GOR Soemantri, Kuningan, Jakarta, 29 Januari 2017. Prabowo mengajak semua pihak harus bekerja lebih keras lagi untuk memenangkan pasangan Anies Baswedan-Sanndiaga Uno, pasangan nomor urut 3 di Pilkada DKI Jakarta 2017.  TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Prabowo Subianto menghadiri Kampanye akbar pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diselenggarakan oleh Keluarga Besar PKS DKI Jakarta, di GOR Soemantri, Kuningan, Jakarta, 29 Januari 2017. Prabowo mengajak semua pihak harus bekerja lebih keras lagi untuk memenangkan pasangan Anies Baswedan-Sanndiaga Uno, pasangan nomor urut 3 di Pilkada DKI Jakarta 2017. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Bidang Polhukam DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Alynuddin mengatakan bahwa warna putih lebih identik dengan partainya sedari dulu. Hal ini disampaikan Suhud menanggapi pernyataan calon presiden inkumben Joko Widodo yang mengajak pendukungnya mengenakan baju putih saat pencoblosan 17 April nanti.

    Baca: Lagi, Jokowi Ajak Pendukung Pakai Baju Putih ke TPS

    "Yang identik dengan warna putih sejak dulu ya PKS-lah," kata Suhud kepada Tempo, Rabu, 27 Maret 2019.

    Pernyataan Jokowi itu terlontar saat kampanye di Dumai, Riau, Selasa, 25 Maret 2019. Jokowi beralasan, baju putih itu untuk mencocokkan dengan warna yang dia dan Ma'ruf Amin kenakan dalam foto yang terpampang di surat suara.

    "Jangan lupa saya ingatkan 17 April itu kita pakai baju putih, karena yang mau dicoblos bajunya putih, karena kita adalah putih, putih adalah kita," kata Jokowi dalam orasi di kampanye terbuka di Lapangan Bukit Gelanggang, Kota Dumai, Riau, Selasa, 25 Maret 2019.

    Jokowi menjelaskan ia memilih seragam warna putih dan mengajak pendukungnya mengenakan pakaian yang sama karena menganggap harganya murah dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Ia juga menyindir gambar Prabowo-Sandiaga, yang di kartu suara memakai jas.

    Menurut Suhud, masyarakat sudah cerdas dan tak akan melihat dari pakaian atau tampilan. Apalagi, kata dia, pilpres adalah momentum yang berkaitan dengan masa depan bangsa dan negara. Suhud pun optimistis masyarakat bisa menilai siapa yang pencitraan dan siapa yang mampu memperbaiki kondisi Indonesia.

    "Mereka sudah punya pengalaman 4,5 tahun. Yang tampak sederhana belum tentu enggak suka utang," ucap juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga ini.

    Baca: Kampanye di Pontianak, Jokowi Janji Bangun Tol dan Jembatan

    Suhud mengimbuhkan, BPN pun tak mengimbau masyarakat untuk mengenakan busana dengan warna tertentu di hari pencoblosan nanti. Kata dia, kubunya meyakini mayoritas masyarakat akan memilih pasangan calon 02 ini. "Tidak perlu dimobilisasi," kata dia.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.