Ajak Pakai Baju Putih, Jokowi: Jas Itu Mahal, Pakaian Orang Eropa

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi, menunjukkan 'Salam Jempol' saat berkampanye di Lapangan Bukit Gelanggang, Kota Dumai, Riau, 26 Maret 2019. Agus Suparto

    Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi, menunjukkan 'Salam Jempol' saat berkampanye di Lapangan Bukit Gelanggang, Kota Dumai, Riau, 26 Maret 2019. Agus Suparto

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi mengajak para pendukungnya mengenakan baju putih untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara pada 17 April 2019. Hal ini untuk mencocokkan dengan gambar pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin di surat suara yang mengenakan pakaian putih.

    Baca juga:  Gubernur Riau, Kader PAN, Hadiri Kampanye Jokowi di Dumai

    Jokowi menjelaskan ia memilih seragam warna putih dan mengajak pendukungnya mengenakan pakaian yang sama karena menganggap harganya murah dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Ia menyindir gambar lawannya, pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, yang di kartu suara memakai jas.

    "Kalau pake jas mahal, dan jas itu pakaian orang Eropa, Amerika. Orang Indonesia cukup pakai yang murah, baju putih, seperti yang saya pakai," katanya dalam orasi di kampanye terbuka di Lapangan Bukit Gelanggang, Kota Dumai, Riau, Selasa, 25 Maret 2019.

    Dalam kampanye itu, Jokowi datang bersama istrinya, Iriana. Keduanya kompak memakai kemeja warna putih.

    Baca juga: Jokowi Jalani Kampanye Terbuka, JK Terima Limpahan Tugas

    Selain itu, Jokowi mengimbau para pendukung dan relawannya itu untuk mengajak seluruh masyarakat agar menggunakan hak pilihnya. "Ajak kawan, saudara, teman, saudara sekampung untuk datang berbondong-bondong ke TPS (tempat pemungutan suara)," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?