5 Poin Pidato Prabowo Subianto di 3 Hari Pertama Kampanye Terbuka

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tampak membuka kemjanya saat menyapa warga dari atas mobil ketika berkampanye terbuka di Merauke, Papua, Senin, 25 Maret 2019. Pada hari kedua kampanye terbuka Prabowo Subianto menyapa pendukungnya di kawasan Indonesia timur yaitu Merauke, Papua. Foto: Tim BPN

    Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tampak membuka kemjanya saat menyapa warga dari atas mobil ketika berkampanye terbuka di Merauke, Papua, Senin, 25 Maret 2019. Pada hari kedua kampanye terbuka Prabowo Subianto menyapa pendukungnya di kawasan Indonesia timur yaitu Merauke, Papua. Foto: Tim BPN

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam tiga hari pertama sejak masa kampanye dibuka 24 Maret 2019, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, telah berkampanye di lima titik: Manado, Makassar, Merauke, Denpasar, dan Mataram.

    Baca juga: Kampanye di Makassar, Prabowo Singgung Lembaga Survei Bohong

    Di semua titik itu, Prabowo selalu berorasinya di hadapan masyarakat soal penyelamatan negara. Berikut poin-poin orasi Prabowo dalam kunjungannya yang  dihimpun Tempo:

    1. Tak boleh ada yang mengubah Pancasila

    Saat berkampanye di Lapangan Ternate Baru, Manado, Sulawesi Utara, Ahad, 24 Maret 2019, Prabowo berjanji bakal melawan siapa pun yang ingin mengubah ideologi bangsa Indonesia. "Siapa yang mau mengubah negara ini, siapa yang mau mengubah Pancasila akan berhadapan dengan saya," kata mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu.

    Prabowo berujar ia telah meneken janji siap mati untuk Indonesia saat terjun ke dunia militer di masa lalu. Dia juga berjanji siap memberikan segalanya bagi bangsa dan negara Indonesia, serta tak ingin NKRI terpecah-belah. "Perjuangan kita untuk mempertahankan negara Pancasila, untuk mempertahankan toleransi. Kami yakin Indonesia bangkit."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.