Ke Yogya dan Jateng, Ma'ruf Amin: Jaga Suara Agar Tak Masuk Angin

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin (kiri) didampingi istrinya, Wury Estu Handayani menjelang Debat Cawapres di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad, 17 Maret 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin (kiri) didampingi istrinya, Wury Estu Handayani menjelang Debat Cawapres di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad, 17 Maret 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin melanjutkan kampanye terbukanya di Yogyakarta dan Jawa Tengah pada hari ini, Selasa, 26 Maret 2019. Sejumlah acara telah disiapkan. "Hari ini kami ke Purworejo," ujar Ma'ruf Amin lewat keterangan tertulis, Selasa, 26 Maret 2019.

    Besok, rombongan akan menuju Wonosobo, lalu ke Temanggung. Di Temanggung akan ada pertemuan dan deklarasi. Kamis, 28 Maret 2019, rombongan kampanye terbuka Ma’ruf menuju Yogyakarta.

    Baca: Jokowi - Ma'ruf Amin Kampanye Kreatif, Ini Teknologi yang Dipakai

    Ma'ruf menuturkan selain acara deklarasi, sejumlah kegiatan juga akan disambanginya seperti Komunitas NU di Karesidenan Kedu, Magelang, serta Banyumas. "Penguatan-penguatan semua itu agar tidak masuk angin. Ya, kan sebelah sana (Prabowo-Sandi) juga kan enggak diem." Mereka, ujar Ma'ruf, menggempur Jawa Tengah dan Jawa Timur.

    Mantan rois aam Nahdlatul Ulama itu mengakui ada pengaruh gempuran kubu Prabowo – Sandiaga. "Sedikit goyah, kita naikkan lagi. “Kalau sekarang sih saya kira sudah tinggal 20 hari pengaruhnya hampir tidak terlalu besar," ujar dia.

    Baca: Berkampanye dengan Hologram, Berikut Topik Pidato Jokowi - Ma'ruf

    Ma’ruf Amin yakin dengan sisa waktu kampanye ini dan kehadirannya, elektabilitas Jokowi - Ma'ruf di Jawa Tengah tidak akan menurun. Apalagi elektabilitas sudah terpotret di berbagai survei.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.