Di Jakarta Utara, Sandiaga Ingatkan Soal Penolakan Reklamasi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Sandiaga Uno saat kampanye terbuka di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Senin, 25 Maret 2019. TEMPO/Ryan Dwiky

    Calon wakil presiden Sandiaga Uno saat kampanye terbuka di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Senin, 25 Maret 2019. TEMPO/Ryan Dwiky

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, mengawali agendanya di hari kedua masa kampanye terbuka dengan bersosialisasi di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Senin, 25 Maret 2019. Tiba di lokasi sekitar pukul 13.40 WIB, Sandiaga didampingi oleh Ketua Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerindra Muhammad Taufik, dan beberapa calon legislator dari partai pengusung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

    Baca: Hari Kedua Kampanye, Prabowo di Papua dan Sandiaga Jakarta

    "Dua tahun yang lalu kita memulai perubahan di Jakarta. Di GOR Jakarta Utara, saya melihat Alhamdulillah muka-muka, wajah-wajah yang menampakkan optimisme," kata Sandiaga di hadapan para pendukungnya, ia tengah menyinggung masa-masa saat mengikuti Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

    "Siap memenangkan Prabowo - Sandi? Siap berjuang?" tanya Sandiaga lagi. Pertanyaan itu kompak dijawab oleh hadirin, "Siap".

    Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini kemudian mengingatkan para hadirin saat ia menolak reklamasi dua tahun lalu. Sekarang, kata Sandiaga, reklamasi telah dihentikan dan membuktikan ia lebih berpihak kepada rakyat di pesisir Jakarta Utara. "Kita sudah hadirkan keberpihakan pemerintah, sehingga nelayan bisa merasakan hadirnya keadilan," ujarnya.

    Sandiaga lalu menyampaikan niatnya untuk mengembangkan sektor pariwisata di Jakarta Utara. Menurut dia, Jakarta Utara yang kaya akan potensi wisata religi dapat dikembangkan untuk membangun perekonomian warga sekitar. "Ada beberapa makam, seperti makam mbah Priok, belum kita optimalkan ke depan. Insya Allah di Jakarta Utra situs sejarah, kebudayaan, akan kita kembangkan untuk membangkitkan ekonomi Jakarta Utara," tuturnya.

    Di ujung pidatonya, Sandi mengatakan akan memperjuangkan nasib para pekerja dan buruh dengan merevisi sistem outsourcing yang ia nilai memberatkan. Di bawah Prabowo - Sandi, kata dia, para pekerja, buruh, dan guru honorer akan ditingkatkan kesejahteraan dan statusnya.

    Baca: Sandiaga soal Pengangguran: Kenapa Tidak Buka Lapangan Kerja?

    "Di bawah Prabowo - Sandi, kita buka lapangan pekerjaan seluas-luasnya dengan program OKE OCE dan rumah siap kerja. Di bawah Prabowo - Sandi, harga-harga bahan pangan akan kita stabilkan, harga listrik kita turunkan. Insya Allah ini akan membuat lembaran baru di indonesia," kata Sandiaga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.