Fokus Pilpres, Sandiaga Sebut Kubunya Belum Bahas Posisi Menteri

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno menunjukkan KTP miliknya saat Debar Cawapres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad, 17 Maret 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno menunjukkan KTP miliknya saat Debar Cawapres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad, 17 Maret 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Solo - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menegaskan koalisinya tengah berusaha keras memenangkan pemilihan pada April mendatang. Hingga saat ini, kata dia, koalisinya belum membicarakan komposisi menteri.

    Baca: Reaksi Sandiaga Saat Dilamar Perempuan yang Siap Jadi Istri Kedua

    "Belum ada (pembicaraan mengenai) menteri," kata Sandiaga saat ditemui di Sukoharjo, Sabtu, 23 Maret 2019. Menurutnya, mereka sepakat untuk fokus pada upaya pemenangan pemilihan yang akan digelar pada 17 April 2019.

    Sandiaga menyebut Prabowo memang pernah membicarakan posisi menteri, meski masih sebatas kriteria besar. "Kami ingin yang muda untuk mengambil peran (sebagai menteri)," katanya.

    Alasannya, kaum muda memiliki pemikiran yang inovatif sehingga bisa memberikan berbagai solusi terhadap permasalahan bangsa. "Pemikirannya luar biasa," katanya. Dia juga meyakini partai koalisi juga memiliki keinginan yang sama.

    "Kami tidak akan melihat etnis, agama dan afiliasi politik," katanya. Namun, mereka akan mempertimbangkan masalah ideologi, akhlak, kecerdasan serta sisi meritokrasi. "Sehingga bisa mendorong Indonesia menuju adil dan makmur," kata dia.

    Baca: Saat Sandiaga Bertanya Soal Utang ke Pendukungnya

    Kriteria tersebut dipandang cukup penting untuk menciptakan organisasi kementerian yang bersih. "Jangan sampai kegiatan pemerintah digunakan untuk mengumpulkan biaya politik," katanya mencontohkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.