Kesal Karena Kerap Kena Hoaks, Jokowi: Akan Saya Lawan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, menghadiri acara deklarasi 'Alumni Jogja SATUkan Indonesia' di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Sabtu, 23 Maret 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, menghadiri acara deklarasi 'Alumni Jogja SATUkan Indonesia' di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Sabtu, 23 Maret 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Calon Presiden nomor 01, Joko Widodo atau Jokowi menegaskan akan melawan segala bentuk fitnah yang ditujukan kepada dirinya di depan ribuan pendukungnya di Stadion Kridosono, Yogyakarta pada Sabtu, 23 Maret 2019.

    Baca: Gowes Sepeda, Jokowi akan Hadiri Deklarasi Alumni Yogyakarta

    Berbicara di bawah sengatan sinar matahari selama 24 menit, Jokowi mengatakan kesal karena kerap difitnah, dicela, direndahkan. Dia menyebut tudingan dia antek-asing sebagai fitnah. "Ingat-ingat, sekali lagi saya akan lawan. Bukan untuk diri saya tapi untuk negara," kata Jokowi.

    Dia membantah tuduhan antek-asing itu dengan kembali menyebut keberhasilan pemerintahnya mengambil alih blok Mahakam di Kalimantan Timur dan saham 51,2 persen Freeport di Papua. Saat Jokowi berpidato, layar besar di panggung menunjukkan data-data tersebut. "Dipikir gampang mengambil alih. Sudah gitu saya dituduh antek asing," kata Jokowi.

    Di Kridosono, ribuan orang menyambut Jokowi untuk acara deklarasi "Alumni Jogja SATUkan Indonesia". Jokowi berjalan dan menemui kerumunan orang. Orang-orang berdesak-desakan untuk bersalaman dan berfoto dengannya.

    Deklarasi Alumni Jogja SATUkan Indonesia ini merupakan puncak rangkain deklarasi alumni kampus dan SMA di berbagai daerah sebelum pelaksanaan kampanye terbuka. 

    Dalam deklarasi tersebut terlihat Yenny Wahid, Andy F. Noya, Budi Karya Sumadi, Achmad Charis Zubair (Tokoh Muhammadiyah alumni UGM yang juga Ketua Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta) serta diiringi oleh teman-teman kuliah Jokowi dari Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 dan sekitar 500 orang dari komunitas sepeda onthel.

    Simak juga: Panggung Megah Deklarasi Alumni Jogja untuk Jokowi

    Kelompok legendaris God Bless, orkestra gamelan oleh Djaduk Ferianto dan Kua Etnika, Marzuki Mohamad “Kill The DJ”, NDX AKA, ikut meramaikan acara tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.