Gaet Pemilih Golput, BPN Prabowo: Kami Tawarkan Program Konkret

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Azhar Simanjuntak berbicara kepada awak media saat datang ke lokasi debat kedua capres, di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad, 17 Februari 2019. TEMPO/Syafiul Hadi

    Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Azhar Simanjuntak berbicara kepada awak media saat datang ke lokasi debat kedua capres, di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad, 17 Februari 2019. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan siap menarik suara-suara dari pemilih golput. Dahnil meyakini di sisa waktu kurang dari sebulan, BPN dapat menarik pemilih golput untuk memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02.

    Baca: Prabowo Kick Off Kampanye Terbuka di Makassar, Sandiaga di Sragen

    "Kami tahu mereka akan golput atau tidak nanti tanggal 17 April. Masih ada waktu untuk mendekati dan melakukan persuasi kepada teman-teman itu," kata Dahnil saat dijumpai di Jakarta Pusat, Kamis, 21 Maret 2019.

    Dahnil mengatakakan munculnya pemilih yang masih golput, sama dengan swing voters dan undecided voters. Mereka dinilai sebagai massa yang memiliki kekecewaan terhadap program pemerintah.

    "Undecided voter, golput tinggi, artinya ada ketidakpercayaan yang masif pada petahana. Ini ada peluang, yang diuntungkan tentu kami," ujar Dahnil.

    Atas dasar itu, Dahnil mengatakan BPN telah bergerak untuk menarik hati mereka. Hal ini berujung pada tawaran dari Prabowo - Sandiaga yang lebih cenderung menonjolkan program yang lebih konkret. "Makanya program yang kami tawarkan adalah yang selama ini menjadi keluhan teman-teman. Misalnya isu korupsi, lapangan pekerjaan," kata Dahnil.

    Di dalam debat calon wakil presiden Ahad lalu, Sandiaga Uno memang berkali-kali menjanjikan program yang dapat membuat kesejahteraan lebih baik. Mulai dari mengatasi masalah di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan hingga menghapuskan Ujian Nasional bagi siswa. Hal ini disebut berdasarkan kekhawatiran yang muncul di masyarakat.

    Baca: Hari Ini Jokowi dan Prabowo Sama-sama Terima Dukungan Pengusaha

    Angka pemilih yang belum menentukan pilihan dinilai masih tinggi. Berdasarkan data sigi terakhir yang dibuat oleh Litbang Kompas, angkanya mencapai 13,4 persen. Dari hasil sigi itu sendiri, pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin masih unggul dengan 49,2 persen. Sedangkan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di angka 37,4 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.