Istri Sandiaga Berkunjung ke Keraton Sumenep, Ini yang Dilakukan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nur Asia Uno. Instagram/@nurasiauno

    Nur Asia Uno. Instagram/@nurasiauno

    TEMPO.CO, Sumenep - Istri calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, Nur Asia, mengunjungi Keraton Sumenep, Madura. Setelah melewati Gerbang Mesem, nama pintu gerbang utama Keraton Sumenep, Nur Asia langsung menuju Taman Sare, tempat pemandian permaisuri Raja Sumenep di Masa lalu. Di sana, dia langsung mencuci wajahnya dengan air di kolam itu.

    Baca juga: Nur Asia Ultah, Sandiaga Nostalgia Kadonya Pernah Tidak Disukai

    "Tadi saya ke Keraton, langsung cuci muka di Taman Sare. Katanya bisa bikin cantik dan awet muda," kata Nur Asia, Rabu, 20 Maret 2019.

    Di Taman Sare, Nur ditemani ibu-ibu dari Fatayat Nahdlatul Ulama, melihat isi salah satu sisi yang masih terawat. Dia pun mengaku takjub pada Keraton yang bagian depannya difungsikan sebagai rumah dinas Bupati Sumenep. "Setelah datang ke ke sini, saya takjub akan kekayaan budaya Indonesia," ujar dia.

    Kunjungan Nur Asia ke Sumenep bukan jalan-jalan biasa. Dia sengaja datang dalam rangka mengampanyekan pencalonan suaminya yang maju pilpres 2019.

    Dalam kunjungannya kali ini, Nur juga berdialog dengan anggota Fatayat NU. Acara diadakan di London Pesantren Nurul Islam, Desa Karang Campaka, Kecamatan Blutoh.

    Kepada anggota Fatayat NU, istri Sandiaga Uno itu berpesan agar santri tidak golput pada pemilu serentak, 17 April mendatang. "Pilihlah sesuai hati nurani kalian," kata dia.

    Dari Blutoh, sebelum ke Keraton Sumenep, Nur Asia menunaikan salat Dzuhur di Masjid Agung Sumenep yang jaraknya kurang dair 500 meter dari Keraton Sumenep.

    Baca: Debat Cawapres, Istri Sandiaga Uno Jadi Inspirasi Atasi Stunting

    Sehari sebelum kunjungan istri Sandiaga ini, calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin juga berkunjung ke Sumenep. Ma'ruf mengunjungi Pondok Pesantren An-Nuqayah Guluk-guluk, salah satu pesantren terbesar di Kabupaten Sumenep.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.