LSI: Jika Angka Golput Besar, Terbuka Kemungkinan Jokowi Kalah

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon anggota legislatif DPR dari Partai Nasdem Daerah Pemilihan Jember - Lumajang Charles Meikyansah (tengah), dan petani tembakau melakukan deklarasi dukungan Capres - Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo - Ma'ruf Amin di gudang tembakau Desa Kertonegoro, Jenggawah, Jember, Jawa Timur, Kamis 14 Maret 2019. Sebanyak 1300 buruh dan petani tembakau di Jember melakukan deklarasi dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Seno

    Calon anggota legislatif DPR dari Partai Nasdem Daerah Pemilihan Jember - Lumajang Charles Meikyansah (tengah), dan petani tembakau melakukan deklarasi dukungan Capres - Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo - Ma'ruf Amin di gudang tembakau Desa Kertonegoro, Jenggawah, Jember, Jawa Timur, Kamis 14 Maret 2019. Sebanyak 1300 buruh dan petani tembakau di Jember melakukan deklarasi dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Seno

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil sigi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan, calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi paling dirugikan jika angka golput di pemilihan presiden 2019 besar. Bahkan, peneliti LSI Ikrama Masloman menyebut, terbuka kemungkinan Jokowi dikalahkan Prabowo Subianto, jika petahana tak berhasil mengelola partisipasi pemilih.

    Berita terkait: Warga Minim Informasi, LSI Denny JA Prediksi Angka Golput Meningkat

     

    Musababnya, ujar Ikrama, selisih elektabilitas Jokowi dan Prabowo saat ini, tak lebih besar dari angka golput 2014. "Angka golput 2014 sebesar 30,42 persen. Sementara selisih elektabilitas dua paslon ini 27,8 persen," ujar Ikrama di kantornya, Jalan Pemuda, Jakarta Timur pada Selasa, 19 Maret 2019.

    LSI memprediksi, angka golput dalam pemilihan presiden 2019 ini meningkat daripada pilpres 2014. Prediksi itu berdasarkan hasil sigi LSI yang menunjukkan kurang lebih sebulan menjelang pemilihan presiden 2019, pemilih yang tahu pelaksanaan pilpres akan dilaksanakan pada bulan April 2019 hanya sebesar 65,2 persen.

    Tonton video LSI: jika golput tinggi, kemungkinan Jokowi bisa kalah

    Dari mereka yang tahu bahwa pilpres akan dilaksanakan April 2019, sebesar 75,8 persen bisa menjawab dengan benar bahwa tanggal pelaksanaan pilpres adalah 17 April 2019. "Artinya jika ditotal secara populasi, hanya 49,4 persen dari pemilih Indonesia yang terinformasi dan menjawab dengan benar bahwa pelaksanaan pilpres dan pileg dilangsungkan pada tanggal 17 April 2019," ujar Ikrama.

    Selain minimnya informasi, menguatnya sentimen politik identitas dan hoaks diprediksi semakin menambah angka golput dalam pilpres 2019 ini. "Pemilih jenuh akan polarisasi yang terjadi, sehingga kecenderungan golput semakin tinggi," ujar Ikrama.

    Survei LSI Denny JA menunjukkan bahwa pemilih pasangan Prabowo-Sandi lebih militan dibanding pemilih Jokowi-Maruf. Mereka ingin datang ke TPS karena merasa suaranya penting untuk mengagalkan Jokowi - Ma'ruf menjabat kembali. "Jadi, PR kubu Jokowi saat ini adalah meningkatkan partisipasi masyarakat," ujar Ikrama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.