Menakar Kekuatan Jokowi: Kuat di Jateng - Jatim, Lemah di Jabar

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah sopir yang tergabung dalam komunitas pengemudi Angkutan Kota (Angkot) Tasikmalaya mendeklarasikan dukungan kepada Capres dan Cawapres pasangan Joko Widodo - Maruf Amin, di Eks Terminal Cilembang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis 14 Maret 2019. Dalam deklarasi tersebut mereka mendukung nomor urut 01, karena dinilai bisa mensejahterakan rakyat dan selama kepemimpinan Jokowi bisa menjamin ketersediaan pasokan BBM serta menyeragamkan harga BBM di semua wilayah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    Sejumlah sopir yang tergabung dalam komunitas pengemudi Angkutan Kota (Angkot) Tasikmalaya mendeklarasikan dukungan kepada Capres dan Cawapres pasangan Joko Widodo - Maruf Amin, di Eks Terminal Cilembang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis 14 Maret 2019. Dalam deklarasi tersebut mereka mendukung nomor urut 01, karena dinilai bisa mensejahterakan rakyat dan selama kepemimpinan Jokowi bisa menjamin ketersediaan pasokan BBM serta menyeragamkan harga BBM di semua wilayah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf Muhaimin Iskandar alias Cak Imin percaya diri alias pede jika pasangan calon nomor urut 01 akan memenangkan di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.

    Baca: Erwin Aksa Cerita Keputusan Mendukung Prabowo Ketimbang Jokowi

    Cak Imin mengatakan, kunci kemenangan di Pilpres ini adalah menguasai Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. "Pokoknya kalau menang Jatim, Jateng, Jabar, selesai. Tambah sedikit misal Lampung, Kalimantan," kata dia lewat keterangan tertulis pada Senin, 18 Maret 2019. Lalu, seberapa besar kekuatan suara Jokowi di daerah-daerah kunci tersebut?

    Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf Amin menyebut, elektabilitas paslon 01 itu di Jawa Timur dan Jawa Tengah sudah aman dan berada di atas 60 persen. Elektabilitas Jokowi di dua provinsi ini ditargetkan bisa mencapai 70 persen dalam sebulan menjelang pemilihan ini. Angka ini dinilai gampang dikejar untuk dua wilayah yang sudah menjadi basis Jokowi sejak 2014.

    Simak: Survei Litbang Kompas, Jokowi - Ma'ruf Amin Unggul di Jawa, Prabowo - Sandi Menang di Sumatera

    Ketua Tim Harian TKN Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko mengatakan, yang masih menjadi pekerjaan rumah timnya adalah provinsi Jawa Barat. Elektabilitas Jokowi masih tertinggal dari Prabowo Subianto di tanah Pasundan ini.

    Menurut Moeldoko, di daerah tersebut, hoaks masih pesat beredar dan kadung dipercaya masyarakat, kendati berkali-kali ditepis. "Terjadi anomali di tengah masyarakat, kehilangan logika. Post truth terjadi. Masyarakat percaya hoaks yang masif beredar," kata Moeldoko saat ditemui usai acara konsolidasi TKN dengan para kepala daerah dan pimpinan parlemen di Hotel Borobudur, Jakarta pada Ahad malam, 17 Maret 2019.

    Direktur TKN Jokowi - Ma'ruf Maman Imanulhaq mengatakan, suara Jokowi memang masih naik turun di sejumlah tempat di Jawa Barat. Peta suara Jokowi di tanah Pasundan itu dinilai masih sama seperti pilpres 2014.

    Saat itu, Jokowi yang mendulang suara 40,22 persen, unggul di empat kabupaten/kota, yaitu Kota Cirebon serta Kabupaten Cirebon, Indramayu, dan Subang. Lawan Jokowi ketika itu, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, menang di 22 kabupaten/kota.

    Mengejar suara di Jawa Barat, Maman mengatakan, saat ini kubunya mulai memasang strategi pemetaan wilayah guna mengetahui suara yang masih bisa dipertebal dan daerah yang dinilai akan stagnan. "Jadi, ada daerah-daerah yang mana 'ya udah deh cuma segitu', tapi ada juga yang kami nilai bisa dipertebal," ujar Maman saat ditemui Tempo di bilangan Menteng, Jakarta pada Sabtu, 2 Maret.

    Daerah yang dianggap berpotensi mempertebal suara Jokowi yakni Dapil VIII dan IX. Dapil VIII meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu. Dapil Jabar IX meliputi tiga Kabupaten, yakni Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Sumedang. "Kami juga menyisir daerah Sumedang, Bekasi dan Karawang yang kini mengalami kenaikan signifikan. Bogor juga masih bisa kami rebut," ujar Maman.

    Kubu Jokowi menargetkan 60 persen suara di provinsi dengan pemilih lebih dari 33,2 juta suara itu. Selain tiga provinsi kunci tersebut, kubu Jokowi juga 
    fokus menggarap 7 provinsi utama lainnya dengan jumlah pemilih yang tak kalah besar. Adapun 7 provinsi tersebut yakni; Banten, DKI Jakarta, Lampung, Riau, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara.

    Wakil Sekretaris TKN Verry Surya Hendrawan mengatakan, elektabilitas Jokowi masih tertinggal di beberapa provinsi tersebut di atas. "Di Sumsel dan Riau, masih tertinggal karena harga komoditas kelapa sawit dan karet," ujar Verry saat ditemui Tempo di Hotel Sultan, Jakarta pada Ahad malam, 18 Maret 2019.

    Di tanah kelahiran calon wakil presiden Ma'ruf Amin, provinsi Banten, elektabilitas Jokowi juga masih tertinggal. "Namun selisihnya hanya di angka margin error, 1-2 persen," ujar dia. Untuk daerah DKI Jakarta, suara Jokowi dan Prabowo hampir imbang.

    Sementara di Sumsel, suara Jokowi masih naik turun. Wakil Presiden Jusuf Kalla dipercaya menggarap provinsi yang merupakan daerah asalnya ini. Untuk Sumatera Utara, Jokowi diklaim sudah unggul.

    Simak juga: Kubu Prabowo Tanggapi Santai Deklarasi Relawan Konco Jokowi

    Secara umum, Verry membeberkan, elektabilitas Jokowi aman di angka 57 persen. "Kemantapan pemilih sudah 80 persen. Jadi yang menjadi kekhawatiran kami untuk saat ini adalah golput saja," ujar politikus PKPI ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.