Timses Jokowi Akui Isu Jokowi PKI Masih Menggerayangi di Pilpres

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres nomor urut 01, Joko Widodo alias Jokowi didampingi istrinya Iriana Joko Widodo saat tiba untuk menyaksikan Debat Cawapres, di Jakarta, Ahad, 17 Maret 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Capres nomor urut 01, Joko Widodo alias Jokowi didampingi istrinya Iriana Joko Widodo saat tiba untuk menyaksikan Debat Cawapres, di Jakarta, Ahad, 17 Maret 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf mengakui isu hoaks soal calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) masih menggerayangi elektabilitas petahana tersebut.

    Baca: Konsolidasi Jokowi Dihadiri Kepala Daerah dan Ketua DPRD

    Memakai data survei teranyar Saiful Mujani Research Center (SMRC), Wakil Sekretaris TKN Verry Surya Hendrawan mengatakan bahwa masih ada 6 persen masyarakat yang percaya hoaks Jokowi PKI. "Isu PKI ini terlanjur digulirkan dan dipercaya masyarakat. PR (pekerjaan rumah) kami mengeliminir isu ini," ujar Verry saat ditemui Tempo di Hotel Sultan, Jakarta pada Senin, 18 Maret 2019.

    Menurut Verry, selama ini Jokowi sudah berupaya mengeliminir isu tersebut dengan mengklarifikasi di berbagai forum terbuka. "Tapi mungkin pembentukan persepsi yang berulang-ulang, menjadi post-truth," ujar dia.

    Selain isu PKI, Ketua Harian TKN Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko menyebut isu yang kerap menyerang Jokowi seperti Jokowi anti-Islam dan kaki tangan asing. Padahal, kata Moeldoko, isu ini sudah lebih dari puluhan kali ditepis Jokowi. "Terjadi masyarakat anomali, kehilangan logika. Era post-truth terjadi. Masyarakat percaya karena pemberitaan yang masif."

    Menghadapi berbagai hoaks yang kerap beredar, Jokowi juga memberikan arahan khusus dalam rapat konsolidasi H-30 Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta pada Ahad, 17 Maret 2019.

    Baca: Jokowi Sebut Kasus Romy PPP Tak Pengaruhi Elektabilitas

    Jokowi meminta fitnah dan kabar bohong direspons dengan cepat. Tim kampanye tidak boleh mendiamkan kabar bohong yang beredar di masyarakat. Sebab, kata dia, jika tidak direspons dengan cepat maka akan berbahaya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.