Ketika Ma'ruf Amin Protes Waktu Habis Saat Debat Cawapres

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cawapres nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin (kiri) dan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno (kanan) mengikuti Debat Cawapres di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad, 17 Maret 2019. ANTARA/Wahyu Putro A

    Cawapres nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin (kiri) dan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno (kanan) mengikuti Debat Cawapres di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad, 17 Maret 2019. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada yang menarik saat segmen tanya jawab soal isu ketenagakerjaan dalam debat cawapres di Hotel Sultan Jakarta pada malam ini, Ahad, 17 Maret 2019. Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin sempat protes moderator ketika ucapannya dipotong sebelum berakhir.

    Baca: Debat Cawapres, Ma'ruf Amin Kerap Bicara Ten Years Challenge

    "Cukup, Pak Ma'ruf. Silakan Pak Sandi," ujar Moderator.

    "Waktunya masih ada kan?," ujar Ma'ruf Amin ketika dipotong moderator.

    "Cukup, waktunya sudah habis," ujar moderator.

    Ma'ruf kemudian duduk dan moderator menjelaskan bahwa sesi tanya jawab yang lebih panjang adalah sesi selanjutnya, selama delapan menit.

    Kejadian itu terjadi saat Sandiaga menyinggung tenaga kerja asing ketika diberi kesempatan bertanya kepada Ma'ruf Amin. Ma'ruf lalu menjawab dengan menyinggung jumlah tenaga kerja asing di Indonesia yang jumlahnya di bawah 0,01 persen. Dia lalu memaparkan program yang ada dan dijanjikan soal tenaga kerja termasuk hingga startup.

    "Sampai 2024, kami estimastikan bisa tumbuhkan yaitu 3.500 startup untuk membuka lapangan kerja," kata Ma'ruf.

    Baca: Awali Debat, Sandiaga Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-76 ke Ma'ruf

    Sementara itu, Sandiaga bicara soal UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) sebagai penciptaan lapangan kerja. Bagi Prabowo - Sandi, keberadaan tenaga kerja asing harus dipastikan sesuai syarat dan jumlahnya terukur untuk memberi aspek keadilan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.