Kubu Jokowi Mengaku Kewalahan Hadapi Kabar Hoaks

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq, dan Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan menemui wartawan sebelum rapat sembilan sekjen partai pendukung capres dan cawapres Joko Widodo - Ma'ruf Amin di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Agustus 2018. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq, dan Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan menemui wartawan sebelum rapat sembilan sekjen partai pendukung capres dan cawapres Joko Widodo - Ma'ruf Amin di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Agustus 2018. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, mengaku kesulitan menghadapi kabar hoaks yang ditujukan kepada calon presiden nomor 01, Jokowi.

    Baca: Mafindo: Hoaks di Januari Banyak Serang Prabowo Ketimbang Jokowi

    "Dari data ini (survei Saiful Mujani Research and Consulting atau SMRC), kami secara jujur mengalami kewalahan dalam hal menghadapi politik identitas," kata Karding di kantor SMRC, Jakarta, Ahad, 17 Maret 2019.

    Karding mengatakan, sebagian besar kampanye yang dilakukan relawan adalah mengklarifikasi kabar hoaks terhadap Jokowi. "Isu soal Jokowi PKI, anti-Islam, antek asing, kemudian utangnya banyak, kriminalisasi ulama, penista agama ternyata menjadi tantangan terberat dalam kampanye," ujarnya.

    Dalam survei SMRC pada 24 Februari-5 Maret 2019, sebanyak 6 persen responden percaya isu Jokowi adalah orang atau keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI). Kemudian, 10 persen responden setuju bahwa Jokowi merupakan kaki tangan Cina (antek asing), dan 6 persen responden setuju bahwa Jokowi anti-Islam.

    Melihat angka tersebut, Karding mengatakan bahwa kabar bohong saat ini sudah berbahaya. Bahkan, ia menilai bahwa bangsa Indonesia sedang berada di lampu kuning. Sehingga harus diantisipasi.

    Para relawan dan tim kampanye Jokowi, kata dia, cukup kewalahan menjawab dan memadamkan kabar hoaks tersebut. Pasalnya, kabar bohong tidak hanya muncul di media sosial tapi sudah menjadi gerakan dari pintu ke pintu.

    Baca: Kasus-kasus Hoaks Seputar Pilpres yang Ditangani Polri pada 2019

    "Tanpa menyebut ada yang mendalangi atau tidak, faktanya ini ada. Itu PR besar. Saya insya Allah meyakini Pak Jokowi Menang," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.