Prabowo Sebut 13 dari 15 Politikus adalah Tukang Bohong

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden Prabowo Subianto berpidato dalam acara silaturahmi dengan para purnawirawan TNI/Polri dan relawan di GOR Otista, Jakarta Timur, Sabtu, 16 Maret 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Calon presiden Prabowo Subianto berpidato dalam acara silaturahmi dengan para purnawirawan TNI/Polri dan relawan di GOR Otista, Jakarta Timur, Sabtu, 16 Maret 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto membandingkan tabiat politikus dengan prajurit militer. Menurut dia, tentara masih dihormati masyarakat lantaran dianggap bertekad rela berkorban demi bangsa Indonesia.

    Baca: Soal Lahan HGU, Prabowo: Bukan 220 Ribu, Tapi 400 Ribu Hektare

    Namun, kata Prabowo, hal itu tidak terjadi dengan politikus. Pendiri Partai Gerindra ini pun mengaku kaget kala terjun ke dunia politik.

    "Kalau, maaf, politisi-politisi yang umum, minta ampun deh. Aku juga kaget masuk politik. Saya sarankan yang belum masuk jangan masuk politik deh," kata Prabowo saat menghadiri silaturahmi dengan purnawirawan TNI dan Polri sereta relawan pendukungnya di Gelanggang Remaja Otista, Jakarta Timur, Sabtu, 16 Maret 2019.

    Prabowo mengatakan, mayoritas politikus gemar berbohong. Berdasarkan pengalamannya, Prabowo mengklaim, sebanyak 13 dari 15 politikus adalah tukang bohong.

    Menurut Prabowo, dalam perspektif seorang prajurit dua ditambah dua hasilnya empat. Namun bagi politikus, kata dia, hasilnya belum tentu demikian.

    "Kalau kau tanya politisi Indonesia, ya tergantung. Tergantung apa? Ya tergantung wani piro," ujar mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus ini. "Dua tambah dua bisa disulap menjadi delapan belas."

    Prabowo mengatakan, para purnawirawan ibarat harimau tua. Merespons slogan acara "Old Soldiers Never Die", capres nomor urut 02 ini mengatakan mereka semua akan mati, cepat atau lambat. Kendati begitu, kata dia, mereka masih bisa meninggalkan nama baik.

    Baca: Saat Prabowo Squat Jump di Depan Purnawirawan TNI dan Polri

    "Kita sebagai prajurit tua, harimau tua, kita sadar bahwa yang kita miliki tidak banyak. Tapi yang kita miliki antara lain adalah nama baik," kata Prabowo. Dalam kesempatan itu, ia mengucapkan terima kasih kepada para senior dan koleganya atas dukungan mereka di pemilihan presiden 2019 ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?