TKN: Ma'ruf Amin Akan Bahas KIS dan Germas saat Debat Cawapres

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah Ma'ruf Amin menyampaikan pidato kunci dalam seminar Teknologi dan Inovasi untuk Masa Depan Keuangan Islam di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu 13 Februari 2019. Seminar yang diadakan oleh Komunitas Profesional Peduli Teknologi Keuangan dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia tersebut bertujuan untuk memberikan informasi secara menyeluruh terkait kesiapan keuangan syariah di Indonesia. Tempo/Tony Hartawan

    Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah Ma'ruf Amin menyampaikan pidato kunci dalam seminar Teknologi dan Inovasi untuk Masa Depan Keuangan Islam di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu 13 Februari 2019. Seminar yang diadakan oleh Komunitas Profesional Peduli Teknologi Keuangan dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia tersebut bertujuan untuk memberikan informasi secara menyeluruh terkait kesiapan keuangan syariah di Indonesia. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Direktur Konten Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Ma’ruf Amin, Rabin Hattari mengatakan pada debat cawapres besok, untuk tema kesehatan Ma’ruf akan membahas soal Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas).

    Baca: Persiapan Cawapres Ma'ruf Amin Menghadapi Debat Pilpres Ketiga

    Soal KIS, Ma’ruf akan menekankan gagasan untuk lebih menguatkan program tersebut. Tujuannya untuk memperluas jangkauannya. “Jadi mungkin yang dikuatkan adalah program KIS supaya lebih luas ke depannya,” ujar Rabin di D’consulate cafe, Sabtu, 16 Maret 2019.

    Sedangkan Germas, ditujukkan untuk menjawab persoalan tunggakan klaim BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan. Rabin mengatakan bahwa Germas adalah tindakan promotif dan preventif. Membuat masyarakat sehat, kata dia, sama dengan mencegah pengeluaran biaya besar.

    “Jadi ini dari satu sisi melihat bahwa peningkatan kesehatan tidak hanya dari sisi, supply-nya saja. Tapi dari sisi demand-nya. Jadi semakin sehat masyarakat itu akan menurunkan biaya daripada kesehatan tersebut,” tuturnya.

    Baca juga: Debat Cawapres, Kedua Calon Diprediksi Beda Fokus Soal Kesehatan

    Sementara itu Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia Daeng Muhammad Faqih, menilai program yang ditawarkan oleh Jokowi - Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di sektor kesehatan masih sebatas retorika. Dia mengatakan kedua pasangan calon justru terlihat tidak menjadikan persoalan kesehatan sebagai program prioritas.

    Ia menilai program-program yang ditawarkan kedua pasangan sebenarnya adalah program lama. “Solusinya tidak pula konkret, tidak menjelaskan detail anggarannya nanti berapa,” tutur Daeng, dikutip dari Koran Tempo edisi Jumat, 15 Maret 2019.

    Terkait dengan pernyataan Ketua Umum IDI, Rabin tidak setuju. Ia mengatakan pihaknya sudah menyiapkan secara lengkap bahan-bahan debat. Agar debat nanti dapat memberikan input kepada pemilih untuk memilih paslon dengan program terbaik.

    Baca: Debat Cawapres, Ma'ruf-Sandi Diminta Cari Solusi Defisit BPJS

    “Kami ingin supaya debat ini juga memberikan input kepada pemilih, program-program terbaik yang mana. Jadi kami inginkan tidak ada retorika-retorika itu,” ucap Rabin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.