Soal Lahan HGU, Prabowo: Bukan 220 Ribu, Tapi 400 Ribu Hektare

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato politik di hadapan pendukungnya di Jambi, Kamis 14 Maret 2019. Dalam kunjungan bertajuk `Prabowo Menyapa Masyarakat Provinsi Jambi` yang dihadiri ribuan pendukung tersebut, Prabowo menyoroti sejumlah persoalan diantaranya soal tarif listrik, sembako dan harga jual hasil perkebunan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

    Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato politik di hadapan pendukungnya di Jambi, Kamis 14 Maret 2019. Dalam kunjungan bertajuk `Prabowo Menyapa Masyarakat Provinsi Jambi` yang dihadiri ribuan pendukung tersebut, Prabowo menyoroti sejumlah persoalan diantaranya soal tarif listrik, sembako dan harga jual hasil perkebunan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyinggung pihak-pihak tertentu yang terus menyerangnya soal kepemilikan lahan. Hal itu diucapkan Prabowo saat menghadiri pembekalan relawan Manggala di Padepokan Silat TMII, Jakarta Timur, Jumat, 15 Maret 2019.

    Baca juga: Prabowo Ingin Partai Koalisi Pendukungnya Sukses di Pemilu 2019

    "Saudara-saudara sekalian, ada yang terus mengejek saya, memfitnah saya, dan menghina saya. Tidak jadi masalah, emang gue pikirin?" kata Prabowo. Ucapan itu disambut sorak-sorai ribuan relawannya.

    "Ada yang mempermasalahkan, saya sebagai pengusaha katanya saya menguasai 220 ribu hektare tanah di Kalimantan Timur. Itu salah. Tidak 220 ribu, tapi hampir 400 ribu (hektare)," lanjut Prabowo.

    Isu lahan HGU ini mencuat saat debat kedua calon presiden dilaksanakan 17 Februari 2019 lalu. Saat itu, calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi menyinggung ratusan ribu hektare lahan milik Prabowo Subianto, tepatnya 220 ribu hektare di Kalimantan Timur dan 120 ribu hektare di Aceh Tengah.

    Dalam beberapa acara deklarasi dukungan pasca debat kedua itu, Jokowi pun beberapa kali menyinggung lahan HGU Prabowo di depan para pendukungnya. Salah satunya saat Jokowi menghadiri deklarasi Jabar Ngahiji di Monumen Perjuangan, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Ahad, 10 Maret 2019.

    "Jangan ada yang teriak-teriak Pasal 33, Pasal 33, jangan sampai ada lagi yang teriak-teriak 1 persen menguasai 90 persen aset. Tapi dia sendiri memiliki 5 kali Provinsi Jakarta lahannya," kata Jokowi di acara deklarasi itu.

    Baca juga: Prabowo Mengapresiasi Kinerja KPU dan Bawaslu

    Prabowo lalu mengatakan bahwa dia telah berbicara di depan ratusan juta pemirsa melalui layar televisi soal kepemilikan lahan itu. Tanah itu, kata Prabowo, akan ia kembalikan dengan segera kapanpun diminta negara.

    "Saya sudah katakan di depan televisi, saya sudah katakan, disaksikan ratusan juta orang bahwa setiap saat negara minta kembali tanah itu, dengan segera saya serahkan tanah itu," tutur Prabowo Subianto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.