Debat Cawapres, Kubu Ma'ruf Amin Siapkan Solusi Masalah Stunting

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah Ma'ruf Amin menyampaikan pidato kunci dalam seminar Teknologi dan Inovasi untuk Masa Depan Keuangan Islam di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu 13 Februari 2019. Tempo/Tony Hartawan

    Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah Ma'ruf Amin menyampaikan pidato kunci dalam seminar Teknologi dan Inovasi untuk Masa Depan Keuangan Islam di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu 13 Februari 2019. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Ma’ruf Amin, Rosan Roeslani mengaku telah menyiapkan solusi masalah stunting di negeri ini,  yang nanti akan dipaparkan Ma’ruf Amin dalam debat cawapres, 17 Maret 2019 nanti.

    Berita terkait: Ma'ruf Amin Akan Tampil dalam Gaya Tausiyah di Debat Cawapres

    Namun Rosan yang juga Ketua Unum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini enggan membeberkan solusi versi kubu Jokowi itu. “Nanti dengar langsung saja, ya. Kalau saya kasih tahu sekarang jadi bocoran, gak boleh itu,” ujar dia usai acara Focus Group Discussion soal kesehatan bersama Koalisi Kesehatan Indonesia, di Media Center Jokowi - Ma’ruf, Kamis, 14/3.

    Debat cawapres yang akan berlangsung Ahad malam, 17 Maret nanti akan membahas tema kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Debat itu akan mempertemukan para calon wakil presiden, yakni Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno.

    Perlunya solusi masalah stunting ini sebelumnya diangkat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) agar disampaikan para kandidat dalam debat cawapres nanti. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Daeng M Faqih menyebutkan solusi masalah stunting tak hanya dilakukan oleh sektor kesehatan saja.

    Daeng meminta agar calon wakil presiden yang akan melaksanakan debat pada 17 Maret mendatang di Hotel Sultan Jakarta, bisa menjawab permasalahan ini dengan memperbaiki dari hulunya. "Pertama penyuluhan untuk menyadarkan masyarakat pentingnya gizi seimbang," kata dia, Selasa, 12/3.

    Rosan mengatakan Jokowi - Ma’ruf sangat berkomitmen dalam sektor kesehatan. Hal ini dapat dilihat melalui rekam jejak Jokowi, yang ia nilai berhasil memberikan jaminan sosial dan kesehatan dengan cakupan luas. Meskipun, kata dia, masih ada yang perlu disempurnakan.

    Rosan menjamin program-program Jokowi - Ma’ruf selanjutnya akan berdampak pada meluasnya jangkauan jaminan sosial dan jaminan kesehatan. “Saya pastikan program-program selanjutnya soal jaminan sosial dan jaminan kesehatan ini akan ditingkatakan,” ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.