Survei PolMark: Kader Partai Tak Solid Jalankan Instruksi Pilpres

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Dari kiri) CEO PolMark Indonesia Eep Saefulloh Fatah, praktisi media Hersubeno Arief, pengamat politik LIPI Siti Zuhro, Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno, Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Karding, dan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dalam acara

    (Dari kiri) CEO PolMark Indonesia Eep Saefulloh Fatah, praktisi media Hersubeno Arief, pengamat politik LIPI Siti Zuhro, Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno, Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Karding, dan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dalam acara "Diskusi Publik Tiga Tahun Jokowi-JK dan Calon Penantang Jokowi 2019: Laporan Survei Nasional" di Restoran Batik Kuring, Jakarta pada Minggu, 22 Oktober 2017. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei PolMark Indonesia mencatat menjelang pemilihan presiden pada 17 April 2019, masih ada kader-kader partai yang tidak solid dalam menjalankan instruksi terkait pilpres mendatang.

    Baca juga: Survei LSI Denny JA: Jokowi 58,7 Persen Prabowo 30.9 Persen

    Dalam survei yang dilakukan pada 7 Oktober 2018 hingga 12 Februari 2019, tercatat ada 5,9 persen kader PDIP yang mendukung Prabowo-Sandi dan 19,5 persen belum menentukan pilihan.

    "Hal yang sama di tubuh PPP 30 persen, Nasdem 24,1 persen, PKB 15,7 persen, Golkar 30,6 persen, Perindo 27,9 persen, Hanura 24,7 persen, PSI 12,9 persen dan PKPI 29,7 persen yang kadernya mendukung paslon 02," kata Founder dan CEO PolMark Indonesia Eep Saefulloh Fatah di Semarang, Rabu, 13 Maret 2019.

    Hal serupa juga terjadi pada Partai Gerindra 11 persen, Partai Demokrat 28,5 persen, PAN 25 persen, PKS 15,7 persen, Partai Berkarya 14,9 persen, dimana kadernya mendukung calon presiden Jokowi - Ma'ruf Amin.

    Adapun elektabilitas calon presiden Jokowi - Ma'ruf Amin unggul 14,6 persen dari pasangan Prabowo - Sandiaga Uno.

    "Berdasarkan hasil survei yang kami lakukan, elektabilitas Jokowi-Amin 40,4 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 25,8 persen," kata Eep.

    Menurut dia, jarak elektabilitas antarkedua kandidat Pilpres 2019 tersebut termasuk kecil karena masih ada 33,8 persen calon pemilih yang belum menentukan pilihan politiknya.

    Baca juga: Survei PolMark: Daftar Parpol Bakal Tembus Ambang Batas Parlemen

    "Dengan masih adanya sisa waktu 34 hari lagi sebelum pelaksanaan Pilpres 2019, jarak keduanya kecil karena masih ada 33,8 persen undecided voters," ujarnya.

    Survei PolMark Indonesia ini mengambil 32.560 responden dari 73 daerah pemilihan yang meliputi 172.008.099 pemilih atau 92,9 persen dari pemilih Pemilu 2019.

    Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode "multistage random sampling" dengan "margin of error" sekitar 4.8 persen untuk masing-masing survei di 72 dapil, sedangkan khusus untuk Dapil Jabar 3, margin of error-nya adalah sekitar 3.4 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.