Kerek Elektabilitas, Kubu Jokowi Rencanakan Konser Salam Jempol

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres nomor urut 01 Joko Widodo menyapa pendukung ketika menghadiri deklarasi alumni PerguruanTinggi dan SMA se-Lampung di Lapangan PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Lampung, Jumat 8 Maret 2019. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Capres nomor urut 01 Joko Widodo menyapa pendukung ketika menghadiri deklarasi alumni PerguruanTinggi dan SMA se-Lampung di Lapangan PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Lampung, Jumat 8 Maret 2019. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Kubu calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi tengah membahas acara yang akan menjadi jurus pamungkas menaikkan elektabilitas Jokowi, sehari sebelum masa tenang kampanye pada 14-16 April 2019. Salah satu rencananya, kubu Jokowi akan menggelar konser salam jempol yang serupa konser salam dua jari pada pemilihan presiden 2014.

    Baca: Usai Simulasi Debat Cawapres, Ma'ruf Amin Temui Jokowi di Istana

    "Ya banyak usulan seperti itu, tapi nanti akan kami fix-kan sambil melihat perkembangan situasi," ujar Wakil Ketua TKN Arsul Sani saat ditemui Tempo di Gedung High End, Jakarta pada Rabu, 13 Maret 2019.

    Sebelumnya, Ketua Tim Cakra 19, salah satu kelompok relawan yang berisi purnawirawan TNI, Andi Widjajanto mengatakan, kubunya sudah mem-booking stadion utama Gelora Bung Karno (GBK) untuk mempersiapkan acara tersebut. "Kalau untuk salam jempol 13 April, kami sudah siapkan, sudah booking GBK," ujar Andi Widjajanto di bilangan Pasar Minggu, Jakarta pada Rabu malam, 6 Februari 2019.

    Penelurusan Tempo melalui laman http://reservation.gbk.id, untuk tanggal 13 April 2019, stadion yang berkapasitas sekitar 88 ribu orang tersebut memang sudah di-booking untuk acara pemilihan presiden 2019.

    Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks GBK Winarto mengatakan, pihaknya tidak tahu persis siapa yang mem-booking stadion tersebut. "Booking GBK sudah berbasis online dan bisa diakses transparan. Siapa pun bisa booking sesuai syarat yang berlaku," ujar Winarto saat dihubungi Tempo pada Rabu, 13 Maret 2019.

    Andi Widjajanto mengatakan, acara pamungkas ini sangat efektif meningkatkan suara di hari-hari terakhir menjelang pemungutan suara. Dia mencontohkan pada 2014, 10 hari menjelang hari pencoblosan, survei terakhir kemantapan pemilih sudah 87 persen.

    Saat itu, lanjut dia, survei internal menunjukkan elektabilitas Jokowi hanya sebesar 46 persen dan Prabowo unggul tipis dengan 48 persen. "Lalu kami buat strategi 7 hari membalikkan keadaan, termasuk konser salam 2 jari. Dan Jokowi menang," ujar Andi.

    Baca: Jokowi Tidak Mau Investasi Indonesia Kalah dari Kamboja dan Laos

    Untuk itu, ujar Andi, jurus pamungkas ini akan disiapkan untuk semakin memantapkan suara Jokowi yang saat ini diklaim sudah mencapai 54,9 persen. "Nah, apakah pilpres ini akan ada acara salam jempol, ini sedang digagas. Jika kubu sana (02) melakukan gelombang salat subuh atau tahajud atau gerakan putih, maka 01 harus mengimbangi juga acara ini agar tak terkesan di sana religius, di sini hura-hura," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?