Amunisi Sandiaga di Debat Capres Ketiga: BPJS hingga Guru Honorer

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Sandiaga Uno saat olahraga pagi di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Jumat, 8 Maret 2019. Tempo/Ryan Dwiky

    Calon wakil presiden Sandiaga Uno saat olahraga pagi di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Jumat, 8 Maret 2019. Tempo/Ryan Dwiky

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno mempersiapkan diri menghadapi debat capres ketiga. Dalam sawala bertema kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya itu Sandiaga bakal membeberkan visi misi serta temuan dari kampanyenya di berbagai daerah.

    "Saya masih ada beberapa kunjungan lagi ke daerah sebelum nanti akan memulai tahap simulasi terakhir," kata Sandiaga di Jakarta, Senin, 11 Maret 2019.

    Baca: KPU Telah Tetapkan Moderator untuk Debat Pilpres Ketiga

    Debat ketiga akan berlangsung pada Ahad, 17 Maret 2019 di The Sultan Hotel, Jakarta. Dipandu moderator Alfito Deannova dan Putri Ayuningtyas, debat akan disiarkan secara langsung oleh Trans TV, Trans 7, dan CNN Indonesia TV.

    Ada beberapa kata kunci yang akan menjadi amunisi Sandiaga dalam debat ketiga nanti. Poin-poin itu telah beberapa kali disampaikan Sandiaga dan calon presiden Prabowo Subianto dalam pelbagai kesempatan. Berikut poin-poinnya:

    1. Membenahi BPJS Kesehatan
    Dalam berbagai kesempatan, Prabowo dan Sandiaga kerap menyoroti masalah ruginya Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo bahkan pernah melontarkan pernyataan tentang selang cuci darah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo yang digunakan sebanyak 40 kali.

    Sandiaga mengatakan dia dan Prabowo berjanji menyelesaikan persoalan BPJS Kesehatan. "Bukan hanya tutup defisit, tapi kami akan menghitung secara detail bagaimana caranya struktur ini bisa kami perbaiki," kata Sandiaga di Jakarta, Senin, 11 Maret 2019.

    Baca: Hasil Poling Tempo, Debat Capres Pengaruhi Elektabilitas

    Sandiaga juga berjanji akan meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidikan, mulai dokter hingga apoteker. Dia juga mengklaim bakal menyediakan dana yang cukup untuk program promotif dan preventif. "Bukan hanya mengobati, rehabilitatif, tapi bagaimana mencegah penyakit itu dengan pola hidup sehat," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.