Ketua Cakra 19: Jokowi Berpesan Gaspol Terus Soal Lahan Prabowo

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Tim Cakra-19, salah satu tim bayangan pemenangan calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi di pemilihan presiden 2019, Andi Widjajanto saat memaparkan data bahwa kubu paslon 01 sudah unggul dalam pertarungan di sosial media dari paslon 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Jumat malam, 25 Januari 2019. TEMPO/Dewi Nurita.

    Ketua Tim Cakra-19, salah satu tim bayangan pemenangan calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi di pemilihan presiden 2019, Andi Widjajanto saat memaparkan data bahwa kubu paslon 01 sudah unggul dalam pertarungan di sosial media dari paslon 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Jumat malam, 25 Januari 2019. TEMPO/Dewi Nurita.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Tim Cakra 19, salah satu kelompok relawan yang berisi purnawirawan TNI, Andi Widjajanto mengatakan bahwa calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi meminta para tim sukses untuk 'gaspol' menggoreng isu tentang lahan Prabowo Subianto menjelang hari-H pemungutan suara.

    Baca: 4 Fakta Seputar Lahan Prabowo yang Disinggung Jokowi di Debat

    "Minggu lalu, di Hotel Kartika, Pak Jokowi mengatakan, sampai akhir Maret, gaspol terus tentang lahan Prabowo," ujar Andi Widjajanto di bilangan Pasar Minggu, Jakarta pada Rabu malam, 6 Februari 2019.

    Untuk itu, kata Andi Widjajanto, 50 persen permainan kubunya akan terus menyampaikan tentang lahan milik Prabowo yang berjumlah sekitar 344 ribu hektare. "Narasinya sederhana, Pak Prabowo pernah mengeluh 1 persen orang di Indonesia menguasai 90 persen kekayaan, ternyata dia lah 1 persen itu," ujar bekas Sekretaris Kabinet Jokowi ini.

    Isu lahan Prabowo ini bergulir sejak debat kedua pilpres digelar pada 17 Februari lalu. Bermula saat Ketua Umum Gerindra itu mempertanyakan pembagian sertifikat tanah selama era pemerintahan Jokowi. Alih-alih menjawab, Jokowi malah menyinggung Prabowo yang memiliki lahan seluas 220 ribu hektare di Kalimantan Timur dan 120 ribu hektare di Aceh. Ia pun mengisyaratkan pembagian konsesi sebesar itu, tidak terjadi di masa pemerintahannya.

    Baca: Selain Prabowo, Timses Jokowi Juga Kuasai Ribuan Hektare Lahan RI

    "Kami juga akan bongkar soal Hutan Tanaman Industri Prabowo di Aceh yang itu dana reboisasinya itu belum bayar utang kira-kira 120 miliar, ini bisa kita angkat terus-menerus. Itu diminta gaspol terus sampai akhir Maret," ujar Andi Widjajanto.

    Sebelumnya, koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, Prabowo akan ikhlas mengembalikan lahan seluas 340 ribu hektare yang dikelolanya jika itu demi kepentingan negara. Dalam debat calon presiden 17 Februari lalu, Prabowo juga menyampaikan komitmennya ini.

    Dahnil berujar lahan itu dibeli Prabowo melalui lelang di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) untuk membantu keuangan negara dan bukan demi bisnis semata. "Seperti beliau (Prabowo) sampaikan di debat, beliau patriotik dan nasionalis. Bila negara membutuhkan tentu beliau ikhlas demi negara," kata Dahnil pada akhir Februari lalu.

    Baca: Hashim Jelaskan Soal Lahan Prabowo di Aceh dan Kalimantan Timur

    Selain itu, Dahnil juga menantang Jokowi mendatangi orang-orang di lingkaran tim suksesnya yang memiliki konsesi lahan dalam skala besar. Dahnil menyebut orang-orang itu di antaranya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin Erick Thohir, Ketua Umum Perindo Hary Tanosoedibjo, grup Wilmar, dan grup Sinarmas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.