Prabowo Bersumpah Kembalikan Kekayaan Indonesia yang Bocor ke LN

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 15 Februari 2019. Tema pidato kebangsaan tersebut juga menjadi tema kunci debat kedua Pilpres 2019. ANTARA/Aji Styawan

    Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 15 Februari 2019. Tema pidato kebangsaan tersebut juga menjadi tema kunci debat kedua Pilpres 2019. ANTARA/Aji Styawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berjanji akan menurunkan tarif listrik hingga harga bahan-bahan pokok jika terpilih menjadi presiden. Janji tersebut disampaikan Prabowo saat menyapa dan berdialog dengan masyarakat Subang di GOR Gotong Royong, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu, 6 Maret 2019.

    Berita Terkait: BPN Prabowo: Abdul Somad Bukan Ulama yang Bisa Diatur-atur Romy

    Dalam siaran pers yang diterima Tempo, awalnya Prabowo menyinggung tentang kekayaan Indonesia yang bocor ke luar negeri. Prabowo menyatakan siap mengembalikan kekayaan itu untuk kepentingan rakyat Indonesia. "Itu sumpah kami di hadapan rakyat Indonesia. Kami yakin, dengan pemerintahan yang bersih dari korupsi, Indonesia akan cepat bangkit," kata Prabowo.

    Prabowo juga menuturkan dari kekayaan Indonesia itulah nantinya tarif dasar listrik dan harga-harga bahan pokok dapat diturunkan. Menurut Prabowo, timnya di Koalisi Indonesia Adil Makmur telah berhitung bahwa tarif dasar listrik dan harga bahan-bahan pokok di Indonesia masih mungkin untuk diturunkan.

    "Saya bertanya ke pakar-pakar, apakah bisa harga listrik diturunkan? Mereka jawab bisa. Maka kita akan turunkan harga listrik. Saya juga telah bertanya ke mereka apakah harga sembilan bahan pokok bisa diturunkan? Mereka jawab bisa. Kita akan turunkan harga sembako," tutur Prabowo.

    Tak hanya menurunkan harga listrik dan sembako, Prabowo juga menyampaikan komitmennya melindungi para petani. Menurut Prabowo, petani selaku penyedia pangan masyarakat selama ini kerap dirugikan oleh kebijakan impor pemerintah.  Dia berjanji akan mengurangi impor dan memberdayakan petani agar Indonesia bisa berdaulat pangan.

    "Kita akan lindungi petani-petani kita. Tidak akan ada impor-impor lagi. Kalau perlu impor hanya untuk cadangan kalau keadaan darurat. Tapi kami yakin, petani-petani kita mampu untuk memberi makan rakyat," ujar Prabowo Subianto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?