Metode Survei PolMark, Temukan Persaingan Jokowi - Prabowo Ketat

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto, usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. ANTARA

    Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto, usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil sigi teranyar lembaga survei PolMark Research Center menemukan persaingan antar pasangan calon presiden dan wakil presiden lebih ketat daripada kebanyakan publikasi hasil survei lembaga-lembaga lain. Dalam survei PolMark, elektabilitas Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin sebesar 40,4 persen, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno sebesar 25,8 persen, dan undecided voters sebanyak 33,8 persen.

    Berita terkait: Survei LSI Denny JA: Jokowi 58,7 Persen Prabowo 30.9 Persen

     

    "Laporan ini adalah ikhtisar sangat ringkas dari 73 survei di 73 Dapil (dari 80 Dapil) seluruh Indonesia. Data yang tersaji adalah agregat hasil 73 survei yang dibuat dengan perhitungan statistik yang layak," kata Direktur Riset PolMark Research Center, Eko Bambang Subiantoro, dalam rilis hasil surveinya yang diterima Tempo, Selasa, 5 Maret 2019.

    Dalam keseluruhan survei ini, Eko menjelaskan, 72 dapil di antaranya melibatkan 440 responden, sementara 1 dapil, yaitu Jawa Barat 3, melibatkan 880 responden. Maka keseluruhan data hasil survei ini meliputi 32.560 responden yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.

    "Ke-73 Dapil ini meliputi 172.008.099 atau 92,9% dari pemilih Pemilu 2019. Di 73 Dapil ini diperebutkan 534 kursi atau 92,9% dari 575 kursi DPR RI," ujar Eko.

    Eko pun juga menuturkan beberapa kelebihan dan kelemahan dalam model survei yang ia gunakan ini. Kelebihannya, kata dia, laoran ini merupakan agregat survei dapil yang menghimpun potret setiap dapil. "Berbeda dengan 1 survei nasional yang tak punya kemampuan memotret secara detail daerah pemilihan," ujar dia.

    "Dengan demikian, agregat hasil survei 73 dapil ini adalah himpunan data yang sangat berdayaguna untuk menggambarkan kenyataan politik Indonesia berdasarkan detai kenyataan-kenyataan politik local," kata dia.

    Kelemahannya, Eko berujar, agregat hasil survei 73 dapil ini adalah tidak serentaknya penyelenggaraan survei di seluruh dapil. Padahal, kata dia, data riset tidak pernah ada dalam suasana vakum dinamika politik. "Untuk mengatasi kelemahan utama ini, penjelasan lebih saksama untuk data survei per dapil amat sangat diperlukan. PolMark Indonesia sudah membuat penjelasan-penjelasan saksama per Dapil ini," kata Eko.

    Survei ini menggunakan pengambilan sampel dengan metode multistage random sampling dengan margin of error ±4.8% untuk masing-masing survei di 72 Dapil. Khusus untuk Dapil Jabar 3, margin of error-nya adalah ±3.4%. Selang kepercayaan survei ini adalah 95%.

    Setiap responden terpilih diwawancarai dengan metode tatap muka (face to face) oleh pewawancara yang telah dilatih secara khusus. Quality Control dilakukan dengan mendatangi kembali (rekonfirmasi) 20% responden yang terpilih secara acak (spot check).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?