Kubu Jokowi Siapkan Tim Khusus Pengaman Suara di Jawa Barat

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden Joko Widodo atau Jokowi berswafoto dengan pendukungnya usai acara silaturrahim dengan relawan dan Tim Kampanye Daerah di Gorontalo, Kamis, 28 Maret 2019. Calon Presiden nomor urut 01 itu meminta kepada pendukungnya untuk bekerja makin keras guna memenangkan Pemilu 2019. ANTARA

    Calon Presiden Joko Widodo atau Jokowi berswafoto dengan pendukungnya usai acara silaturrahim dengan relawan dan Tim Kampanye Daerah di Gorontalo, Kamis, 28 Maret 2019. Calon Presiden nomor urut 01 itu meminta kepada pendukungnya untuk bekerja makin keras guna memenangkan Pemilu 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kubu Jokowi mempersiapkan tim khusus untuk mengamankan suara calon presiden inkumben itu di Jawa Barat. Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf Amin Maman Imanulhaq mengklaim saat ini posisi Jokowi sudah aman dengan 56 persen. “Dibutuhkan tim khusus untuk menjaga suara Jokowi,” ujar Maman Imanulhaq saat dihubungi Tempo, Senin malam, 4 Maret 2019.

    Maman merinci tim itu terdiri dari personel Rumah Kerja Relawan yang terdiri dari 15 orang, Timsus 1901, Millenial Muslim yang terdiri dari relawan Santri pendukung KMA, Anak Republik, Tim Relawan Bersama (TRB).

    Baca: Ryamizard: Sekarang Sedikit-sedikit Pak Jokowi, Enak Saja

    Timsus 1901 digawangi bekas Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat, sedangkan Rumah Kerja Relawan digawangi Budayawan Aat Soeratin dkk. Di sisa waktu jelang Pilpres 17 April 2019 ini, ujar dia, relawan harus bergerak secara sistematis, masif dan militan untuk menjaga suara.

    Sebelumnya, calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan bahwa elektabilitasnya sempat anjlok sebesar 8 persen di provinsi yang dipimpin Ridwan Kamil itu. Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto mengklarifikasi bahwa elektabilitas anjlok itu terjadi pada Desember 2018. 

    Baca: Ksatria Airlangga: Kasus Andi Arief, Jokowi Serius Lawan Narkoba

    Hasto mengatakan hal itu terjadi karena banyak berita bohong atau hoaks yang beredar di masyarakat dari pintu ke pintu. "Untuk itu, kami melakukan upaya serius untuk mengklarifikasi banyak hal, termasuk kaitannya dengan hoaks itu," ujar Hasto di Posko Cemara, Jakarta, Senin, 4 Maret 2019.

    Hoaks itulah, menurut Hasto, yang menyebabkan terjadinya penurunan elektabilitas Jokowi di Jawa Barat. Januari 2019 hingga Maret 2019 ini, tim mengklaim elektabilitas Jokowi terus naik hingga 56 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.