Survei Roy Morgan: Jokowi Raup 58 Persen, Prabowo 42 Persen

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi (kedua kiri) dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berjabat tangan seusai mengikuti debat capres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, 17 Februari 2019. ANTARA

    Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi (kedua kiri) dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berjabat tangan seusai mengikuti debat capres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, 17 Februari 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei Roy Morgan memprediksi calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi akan melanggeng kembali menduduki kursi RI 1 lewat pemilihan presiden 2019. Musababnya, menurut lembaga survei asal Australia ini, raihan suara Jokowi meningkat 5 persen dibanding 5 tahun lalu saat dirinya memenangi Pilpres 2014 dengan 53 persen suara. Elektabilitas Jokowi per Januari sebesar 58 persen. Sementara elektabilitas penantangnya, Prabowo Subianto turun 5 persen menjadi 42 persen.

    Baca juga: Akui Masih Kalah di Sultra, Jokowi: Tunggu Setelah Kunjungan Ini

    “Jokowi memiliki dukungan pedesaan yang kuat sementara Prabowo kompetitif di daerah perkotaan,” kata Michele Levine, Chief Executive Officer Roy Morgan seperti dikutip dari www.roymorgan.com, Ahad, 3 Maret 2019.

    Preferensi dukungan terhadap Jokowi di daerah pedesaan mencapai 63,5 persen. Sementara Prabowo sebesar 36,5 persen. Di wilayah perkotaan, elektabilitas kedua paslon bersaing ketat. Jokowi memperoleh 53 persen dan Prabowo 47 persen.

    Hal menariknya, dukungan terkuat Jokowi bukan di provinsi asalnya di Jawa Tengah, melainkan di Jawa Timur dan Bali. Di dua provinsi itu, Jokowi unggul dengan 73 persen, sementara Prabowo hanya mendapat 27 persen. Sementara itu, dukungan untuk penantangnya, Prabowo Subianto terkonsentrasi di provinsi asalnya, Jawa Barat dan ibu kota Jakarta. Di dua daerah itu, Prabowo unggul dengan perolehan 57 persen dan Jokowi tertinggal dengan 43 persen.

    Jajak Pendapat Roy Morgan tentang pemilihan Presiden dan Parlemen Indonesia ini dilakukan pada Januari 2019 dengan responden di seluruh Indonesia yang terdiri dari 1.039 pemilih berusia 17+. Survei ini dilakukan dengan wawancara tatap muka dilakukan di 17 provinsi. Kurang dari 1 persen pemilih di jajak pendapat ini yang tidak dapat mengatakan siapa yang mereka dukung.

    Sebelumnya, lembaga survei Median mencatat elektabilitas Jokowi - Ma'ruf Amin masih unggul atas Prabowo - Sandi. Dalam survei itu, angka elektabilitas Jokowi - Ma'ruf 47,9 persen, Prabowo - Sandiaga 38,7 persen, sedangkan 13,4 persen belum menentukan pilihan.

    Baca juga: Di Kendari, Jokowi Bagi Tips Sukses Menjadi Pelaku Usaha Mikro

    Dalam sigi itu, Median menemukan pasangan calon Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin unggul telak di kalangan pemilih lulusan SD atau tidak tamat SD. Sedangkan paslon Prabowo Subianto - Sandiaga Uno unggul di kalangan pemilih tamatan SMU dan Perguruan Tinggi.

    "Dari 100 persen pemilih yang tidak tamat SD, ada 55,1 persen yang memilih Jokowi-Ma'ruf, 31,3 persen memilih Prabowo-Sandi, 13,6 persen undecided," kata Rico Marbun, Direktur Eksekutif Median di warung Bumbu Desa Cikini, Jakarta, Senin, 21 Januari 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.