Prabowo Akan Jemput Rizieq Shihab Jika Menang Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyapa warga saat menghadiri silaturahmi akbar dengan masyarakat Sumut di Medan, Sabtu, 23 Februari 2019. Kunjungan Prabowo tersebut untuk memohon dukungan kepada masyarakat Sumut pada Pilpres 2019. ANTARA/Septianda Perdana

    Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyapa warga saat menghadiri silaturahmi akbar dengan masyarakat Sumut di Medan, Sabtu, 23 Februari 2019. Kunjungan Prabowo tersebut untuk memohon dukungan kepada masyarakat Sumut pada Pilpres 2019. ANTARA/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, Pamekasan - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengatakan, ia akan menjemput pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab jika menang di pemilihan presiden 2019. Menurut Prabowo, Rizieq telah difitnah dan dizalimi oleh pihak-pihak tertentu yang tak menyukainya.

    Baca juga: Mardani Yakin Dukungan Rizieq Shihab Naikan Elektabilitas Prabowo

    Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat bersilahturahmi dengan pimpinan Ponpes Mamba’ul Ulum, Raden Kiai Haji Mohammad Tohir Zain, beserta para ulama, santri dan masyarakat Pamekasan di Ponpes Mamba’ul Ulum, Bata-bata, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa, 26 Februari 2019.

    "Dalam ijtima yang kedua, saya sudah mengatakan begitu saya menang, saya akan mengembalikan Habib Rizieq Shihab kembali. Saya akan kirim pesawat saya sendiri untuk menjemput beliau. Beliau di fitnah dan dzolimi," kata Prabowo seperti dalam siaran pers yang diterima Tempo, Rabu, 27 Februari 2019.

    Rizieq saat ini berada di Arab Saudi. Pimpinan FPI itu meninggalkan Tanah Air setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam sejumlah kasus hukum.

    Capres pasangan Sandiaga Uno itu juga menegaskan akan membela dan membebaskan para tokoh masyarakat serta para emak-emak yang dipenjara akibat praktik persekusi dan zalim oleh pihak tertentu.

    "Semua ulama yang didzolimi, semua ulama yang dipersekusi akan kita bela, akan kita bebaskan. Emak-emak yang ditahan juga akan kita bela, akan kita bebaskan," ujar Prabowo.

    Dalam kesempatan itu, Prabowo mengatakan kedatangannya ke Ponpes Mamba’ul Ulum bukan untuk kampanye, melainkan memohon doa restu agar perjuangannya menciptakan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia dapat terwujud.

    Baca juga: Rizieq Shihab Serukan NKRI Bersyariah, Gus Sholah: Tidak Ada Itu

    "Jadi saya ke sini tidak minta dukungan, tetapi di dalam hati saya berharap dukungan. Boleh dong. Mudah-mudahan harapan tidak dilarang di Indonesia. Saya datang minta doa kepada ulama, kepada kiai, para habib, para ustad, dan ustadzah kita dan para santri dan santriwati saya mohon doanya," tutur Prabowo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.