Jokowi Ungkap Kisah Sukses Ibu-ibu di Pidato Kebangsaan

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Peserta mengenakan atribut paslon capres - cawapres nomor urut 01 dalam Konvensi Rakyat Jokowi - Amin di Sentul International Convention Center, Bogor, Ahad, 24 Februari 2019. Panitia mengklaim acara ini dihadiri 30 ribu relawan. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Ada yang tak biasa saat calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi berpidato dalam acara Konvensi Rakyat "Optimis Indonesia Maju" di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat pada Ahad malam, 24 Februari 2019. Dalam pidatonya, Jokowi mengungkap cerita tiga ibu-ibu dalam berjuang hidup, seperti yang kerap dilakukan oleh calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno.

Baca juga: Pidato Kebangsaan, Jokowi Janjikan Dua Kartu Sakti Jika Terpilih

Bedanya, Sandiaga Uno kerap mengungkap cerita ibu-ibu yang kesulitan karena program pemerintah yang dianggap kurang mengena. Sementara Jokowi mengungkap cerita ibu-ibu yang berhasil karena bantuan program pemerintah. Saat berpidato, Jokowi mendatangkan langsung dua dari tiga sosok yang diceritakannya.

Pertama, Jokowi mengungkap cerita tentang Ibu Siti Jariyah dari Bekasi, Jawa Barat. "Dulu Bu Siti dan suami kekurangan dalam membiayai hidup anak-anaknya. Lalu tahun 2015, ibu Siti mulai berani berjualan lontong sayur dan gado-gado. Ini dibantu melalui program PKH," ujar Jokowi sambil meminta Siti Jariyah berdiri dihadapan ribuan peserta acara itu.

Jokowi bercerita, usaha Siti Jariyah kini berkembang pesat dan sekarang sudah bisa menerima pesanan katering untuk acara kantor dan kawinan. "Sekarang anak-anaknya bisa kuliah. Sudah senang ya bu ya? Artinya apa? Ibu Siti sudah lulus dari PKH. Ini hebat. Saya acungkan jempol untuk Ibu Siti," ujar Jokowi.

Sosok kedua, Jokowi bercerita tentang Ibu Raidah dari Cilincing, Jakarta Utara yang terbantu dari program kelompok ibu-ibu MEKAAR dan Kredit Murah Ultra Mikro (UMi) yang dibuat pemerintah. "Ibu Raidah ini dulu pendapatannya hanya 20 ribu sampai 30 ribu per hari. Tidak cukup untuk kebutuhan. Namun, dia tidak pernah menyerah. Dengan berdagang dan bekerja keras serta dibantu dengan program MEKAAR, sekarang omset Ibu Raidah telah mencapai Rp1,5 juta per hari," ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun kemudian mempersilkan media untuk bertanya langsung kepada Raidah memastikan kebenaran ceritanya. "Silakan media tanya sendiri, nanti dikira saya ngarang-ngarang cerita sendiri," ujar Jokowi dengan nada satir.

Baca juga: Timses Jokowi Waspadai Adanya Penyusup di Acara Pidato Kebangsaan

Cerita sosok ketiga, berawal ketika Jokowi mengungkap tentang pembangunan pembangkit listrik tenaga angin di Sidrap dan di Jeneponto, Sulawesi Selatan yang saat ini sudah mampu dinikmati oleh 150 ribu keluarga. Selain itu, Jokowi menyebut m, pemerintah juga telah membagikan 176 ribu lampu surya gratis di 16 provinsi, untuk lebih dari 350 ribu rumah.

"Dengan bantuan ini, misalnya Ibu Yakon Taboni, warga desa di Kabupaten Muna, Pegunungan Jaya Wijaya Papua dapat menikmati penerangan untuk warganya," ujar Jokowi. Namun, sosok yang dimaksud tidak hadir di lokasi acara.






Uji Kelayakan Calon Panglima TNI Digelar Besok, Komisi Pertahanan Bakal Berkunjung ke Rumah KSAL

46 menit lalu

Uji Kelayakan Calon Panglima TNI Digelar Besok, Komisi Pertahanan Bakal Berkunjung ke Rumah KSAL

Uji kelayakan calon Panglima TNI akan diisi dengan acara kunjungan ke rumah KSAL Laksamana Yudo Margono.


Perintah Jokowi ke Menteri ATR/BPN: Jangan Beri Ampun Mafia Tanah

1 jam lalu

Perintah Jokowi ke Menteri ATR/BPN: Jangan Beri Ampun Mafia Tanah

Jokowi menyebut Hadi merupakan mantan Panglima TNI, sehingga ia berharap ada ketegasan terhadap para mafia tanah sehingga masyarakat merasa aman.


Jokowi Klaim Selesaikan Konflik Pertanahan Suku Anak Dalam yang Sudah Berjalan 35 Tahun

2 jam lalu

Jokowi Klaim Selesaikan Konflik Pertanahan Suku Anak Dalam yang Sudah Berjalan 35 Tahun

Jokowi menyebut persoalan suku yang berdiam di hutan Jambi itu bisa selesai karena Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto turun ke lapangan.


Jokowi Salurkan Ganti Rugi Rumah Korban Gempa Cianjur Senin Pekan Depan

4 jam lalu

Jokowi Salurkan Ganti Rugi Rumah Korban Gempa Cianjur Senin Pekan Depan

Jokowi akan menyerahkan secara langsung uang ganti rugi kepada korban Gempa Cianjur yang rumahnya rusak.


Menteri Suharso Bantah Revisi UU IKN karena Ada Kecacatan

5 jam lalu

Menteri Suharso Bantah Revisi UU IKN karena Ada Kecacatan

Suharso Monoarfa mengaku jika UU IKN tetap berjalan tanpa revisi, maka akan ada aturan turunannya yang bertabrakan dengan UU lain.


UU IKN Ingin Direvisi Pemerintah untuk Akomodasi Keinginan Investor soal Lahan

6 jam lalu

UU IKN Ingin Direvisi Pemerintah untuk Akomodasi Keinginan Investor soal Lahan

Kata Suharso, jika UU IKN tetap berjalan tanpa revisi, maka akan ada aturan turunannya yang bertabrakan dengan UU lain.


Terkini Bisnis: Demo Kenaikan UMP DKI hingga 7 Desember, Jokowi Beberkan Fokus APBN 2023

6 jam lalu

Terkini Bisnis: Demo Kenaikan UMP DKI hingga 7 Desember, Jokowi Beberkan Fokus APBN 2023

Berita terkini bisnis pada siang ini dimulai dari buruh menggelar demo menolak kenaikan UMP DKI Jakarta hingga pekan depan.


Prabowo Bercanda Rambut Putih, Menteri dari Nasdem Tertawa Terbahak-bahak

7 jam lalu

Prabowo Bercanda Rambut Putih, Menteri dari Nasdem Tertawa Terbahak-bahak

Johnny membenarkan adanya obrolan rambut putih dengan Prabowo itu. Ia menyebut rambut putih itu sebagai sebuah candaan antar menteri.


6 Fokus Jokowi untuk APBN 2023, dari Penguatan SDM hingga Infrastruktur

7 jam lalu

6 Fokus Jokowi untuk APBN 2023, dari Penguatan SDM hingga Infrastruktur

Besaran APBN 2023 sebesar Rp3.061,2 triliun; dengan defisit Rp598,2 triliun atau 2,84 persen.


Hadapi Gejolak Ekonomi Global, Jokowi: APBN 2023 Fokus pada 6 Kebijakan

7 jam lalu

Hadapi Gejolak Ekonomi Global, Jokowi: APBN 2023 Fokus pada 6 Kebijakan

Presiden Jokowi membeberkan strategi Indonesia merespons tantangan ekonomi global yang bergejolak. APBN 2023 dipastikan berfokus pada 6 kebijakan.