Prabowo: Ada Informasi Soal Bagi-bagi Sembako Menjelang Pilpres

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto memberi sambutan saat menghadiri silaturahmi akbar dengan masyarakat Sumut di Medan, Sabtu, 23 Februari 2019. Kunjungan Prabowo tersebut untuk memohon dukungan kepada masyarakat Sumut pada Pilpres 2019. ANTARA/Septianda Perdana

    Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto memberi sambutan saat menghadiri silaturahmi akbar dengan masyarakat Sumut di Medan, Sabtu, 23 Februari 2019. Kunjungan Prabowo tersebut untuk memohon dukungan kepada masyarakat Sumut pada Pilpres 2019. ANTARA/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal adanya informasi soal bagi-bagi sembako menjelang pemilihan presiden atau Pilpres 2019 pada 17 April.

    Baca juga: Pilpres, 4 Daerah Ini Medan Pertarungan Sengit Jokowi vs Prabowo

    "Menjelang tanggal 17 April nanti ada informasi akan ada bagi-bagi sembako, yang uangnya dari rakyat Indonesia," kata Prabowo saat bertemu dengan petani di Mojokerto, Jawa Timur, Ahad 24 Februari 2019.

    Dalam kesempatan itu, Prabowo menjanjikan akan ketersediaan pupuk berapapun jumlahnya kepada petani yang ada di Mojokerto sehingga para petani tidak rugi dan hasil produksi bisa maksimal.

    "Kami sudah menghimpun dan mendata untuk menyediakan pupuk berapa pun jumlahnya kepada para petani. Kami menjamin petani hasil produksinya tidak akan rugi. Berapa pun dibutuhkan, pemerintah akan mampu untuk melindungi seluruh rakyatnya, untuk apa ada pemerintah kalau tidak berani bela rakyat," katanya.

    Ia mengemukakan, jika para petani menginginkan kehidupan yang baik, maka tanggal 17 April mendatang harus bersama-sama merebut kembali kedaulatan Indonesia.

    "Kekayaan Indonesia saat ini mengalir keluar dan dibiarkan keluar dari bangsa ini. Oleh karena itu, pemerintah selalu ada alasan selalu tidak cukup, untuk pupuk, untuk rumah sakit, untuk benih. Dan celakanya lagi, saya tidak mengerti ada kelompok elite yang hatinya sudah beku dan sifatnya tamak, serakah," ucapnya.

    Ia menjelaskan, yang ada saat ini adalah mengakali rakyat Indonesia dan mengira rakyat Indonesia bisa dibohongi, karena tanah air Indonesia adalah negara dengan tiga perempat lautan, tetapi saat ini masih impor garam. "Yang ada adalah mengakali rakyat Indonesia," katanya.

    Baca juga: Lagi, Prabowo Janji Turunkan Harga Mulai dari Susu Hingga Listrik

    Pada kesempatan yang sama, petani tebu bernama Sunu Budiman asal Cukir Jombang mengatakan, saat ini petani tebu berharap ada perbaikan kesejahteraan.

    "Kami mohon supaya bisa mengembalikan rendemen tebu menjadi delapan, sepuluh atau bahkan menjadi 12," ujarnya.

    Dalam safari politiknya di Jawa Timur, Prabowo dijadwalkan mengunjungi sejumlah pesantren di Jombang, Mojokerto, Lamongan, Gresik dan juga di Pasuruan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?